Tampilkan postingan dengan label feature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label feature. Tampilkan semua postingan
23.14
1 Kesulitan Mustahil Mengalahkan 2 Kemudahan
Ditampilkan oleh
Septa Anis | Sabtu, 15 Januari 2011 |
"Satu kesulitan mustahil mengalahkan dua kemudahan.”
Para pembaca pasti sudah seringkali mendengar ayat berikut,
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)
Ayat ini pun diulang setelah itu,
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6).
Kita sering mendengar ayat ini, namun kadang hati ini lalai, sehingga tidak betul-betul merenungkannya. Atau mungkin kita pun belum memahaminya. Padahal jika ayat tersebut betul-betul direnungkan sungguh luar biasa faedah yang dapat kita petik. Jika kita benar-benar mentadabburi ayat di atas, sungguh berbagai kesempitan akan terasa ringan dan semakin mudah kita pikul. Marilah kita coba merenungkan bagaimanakah tanggapan para pakar tafsir mengenai ayat di atas.
Al Hasan Al Bashri mengatakan bahwa ketika turun surat Alam Nasyroh ayat 5-6, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kabarkanlah bahwa akan datang pada kalian kemudahan. Karena Satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan.”
Perkataan yang sama disampaikan oleh Qotadah. Qotadah mengatakan, “Diceritakan pada kami bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberi kabar gembira pada para sahabatnya dengan ayat di atas, lalu beliau mengatakan, “Satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan.” (Lihat Tafsir Ath Thobari, 24/496)
Sahabat mulia, ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, “Seandainya kesulitan masuk ke dalam suatu lubang, maka kemudahan pun akan mengikutinya karena Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Dikeluarkan oleh Ath Thobari dalam tafsirnya, 24/496)
Ibnul Mubarok berkata dalam “Al Jihad” bahwa ‘Umar bin Al Khottob pernah menulis surat kepada Abu ‘Ubaidah yang baru tiba di Syam dan dihadang oleh musuh kala itu. Isi tulisan ‘Umar adalah, “Amma ba’du, tidaklah Allah menurunkan kesulitan pada seorang mukmin melainkan setelah itu Allah akan datangkan kegembiraan padanya. Karena ingatlah, satu kesulitan mustahil mengalahkan dua kemudahan.” Kemudian dalam surat tersebut ‘Umar menyebutkan ayat (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imron: 200) (Lihat Siyar A’lam An Nubala, 1/15 dan Tarikh Dimasyq, 25/477)
Berbagai riwayat di atas, semuanya menerangkan maksud yang sama yaitu di balik kesulitan ada kemudahan yang begitu dekat. Itulah maksud dari perkataan “satu kesulitan mustahil mengalahkan dua kemudahan”. Kemudahan akan terus mengikuti kesulitan dalam keadaan sesulit apa pun. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath Tholaq: 7). Ibnu Katsir mengatakan, “Janji Allah itu pasti, tidak mungkin Allah menyelisihinya” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14/42)
Yakinlah bahwa dibalik setiap kesulitan pasti ada kemudahan yang begitu dekat. Mujahid mengatakan, “Kemudahan akan senantiasa mengikuti kesulitan” (Dikeluarkan oleh Ath Thobari, 24/497)
Tawakkal Jadi Sebab Utama Keluar dari Kesempitan
Di awal-awal kesulitan, kadang belum datang pertolongan atau jalan keluar. Namun ketika kesulitan semakin memuncak, semakin di ujung tanduk, maka setelah itu datanglah kemudahan. Mengapa demikian? Karena di puncak kesulitan, hati sudah begitu pasrah. Hati pun menyerahkan seluruhnya pada Allah, Rabb tempat bergantung segala urusan. Itulah hakekat tawakkal. Tawakkal dengan bersandarnya hati pada Allah-lah, itulah sebab semakin mudahnya mendapatkan jalan keluar dari kesulitan yang ada.
Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, “Jika kesempitan itu semakin terasa sulit dan semakin berat, maka seorang hamba jadi putus asa. Demikianlah keadaan hamba ketika tidak bisa keluar dari kesulitan. Ketika itu, ia pun menggantungkan hatinya pada Allah semata. Akhirnya, ia pun bertawakkal pada-Nya. Tawakkal inilah yang menjadi sebab keluar dari kesempitan yang ada. Karena Allah sendiri telah berjanji akan mencukupi orang yang bertawakkal pada-Nya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Tholaq: 3)” (Jaami’ul wal Hikam, 238)
Butuh Adanya Kesabaran
Setelah kita mengetahui berita gembira bagi orang yang mendapat kesulitan dan kesempitan yaitu akan semakin dekat datangnya kemudahan, maka sikap yang wajib kita miliki ketika itu adalah bersabar dan terus bersabar. Artinya, ketika sulit, hati dan lisan tidak berkeluh kesah, begitu pula anggota badan menahan diri dari perilaku emosional seperti menampar pipi dan merobek baju sebagai tanda tidak ridho dengan ketentuan Allah (Lihat ‘Uddatush Shobirin wa Zakhirotusy Syakirin, 10).
Sabar menanti adanya kelapangan adalah solusi paling ampuh dalam menghadapi masalah, bukan dengan mengeluh dan berkeluh kesah. Imam Asy Syafi’i pernah berkata dalam bait syair,
Bersabarlah yang baik, maka niscaya kelapangan itu begitu dekat.
Barangsiapa yang mendekatkan diri pada Allah untuk lepas dari kesulitan, maka ia pasti akan selamat.
Barangsiapa yang begitu yakin dengan Allah, maka ia pasti tidak merasakan penderitaan.
Barangsiapa yang selalu berharap pada-Nya, maka Allah pasti akan memberi pertolongan.
(Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14/ 392)
Dalam syair Arab dikatakan, “Sabar itu seperti namanya, pahit rasanya, namun akhirnya lebih manis daripada madu.”
Semoga Allah senantiasa memudahkan kita meraih kelapangan dari kesempitan yang ada. Haruslah kita yakin badai pasti berlalu: “After a storm comes a calm”. Hanya Allah yang memberi taufik.(*)
sumber : http://remajaislam.com/islam-dasar/menata-hati/84-1-kesulitan-mustahil-mengalahkan-2-kemudahan.html
Para pembaca pasti sudah seringkali mendengar ayat berikut,
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)
Ayat ini pun diulang setelah itu,
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6).
Kita sering mendengar ayat ini, namun kadang hati ini lalai, sehingga tidak betul-betul merenungkannya. Atau mungkin kita pun belum memahaminya. Padahal jika ayat tersebut betul-betul direnungkan sungguh luar biasa faedah yang dapat kita petik. Jika kita benar-benar mentadabburi ayat di atas, sungguh berbagai kesempitan akan terasa ringan dan semakin mudah kita pikul. Marilah kita coba merenungkan bagaimanakah tanggapan para pakar tafsir mengenai ayat di atas.
Al Hasan Al Bashri mengatakan bahwa ketika turun surat Alam Nasyroh ayat 5-6, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kabarkanlah bahwa akan datang pada kalian kemudahan. Karena Satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan.”
Perkataan yang sama disampaikan oleh Qotadah. Qotadah mengatakan, “Diceritakan pada kami bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberi kabar gembira pada para sahabatnya dengan ayat di atas, lalu beliau mengatakan, “Satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan.” (Lihat Tafsir Ath Thobari, 24/496)
Sahabat mulia, ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, “Seandainya kesulitan masuk ke dalam suatu lubang, maka kemudahan pun akan mengikutinya karena Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Dikeluarkan oleh Ath Thobari dalam tafsirnya, 24/496)
Ibnul Mubarok berkata dalam “Al Jihad” bahwa ‘Umar bin Al Khottob pernah menulis surat kepada Abu ‘Ubaidah yang baru tiba di Syam dan dihadang oleh musuh kala itu. Isi tulisan ‘Umar adalah, “Amma ba’du, tidaklah Allah menurunkan kesulitan pada seorang mukmin melainkan setelah itu Allah akan datangkan kegembiraan padanya. Karena ingatlah, satu kesulitan mustahil mengalahkan dua kemudahan.” Kemudian dalam surat tersebut ‘Umar menyebutkan ayat (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imron: 200) (Lihat Siyar A’lam An Nubala, 1/15 dan Tarikh Dimasyq, 25/477)
Berbagai riwayat di atas, semuanya menerangkan maksud yang sama yaitu di balik kesulitan ada kemudahan yang begitu dekat. Itulah maksud dari perkataan “satu kesulitan mustahil mengalahkan dua kemudahan”. Kemudahan akan terus mengikuti kesulitan dalam keadaan sesulit apa pun. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath Tholaq: 7). Ibnu Katsir mengatakan, “Janji Allah itu pasti, tidak mungkin Allah menyelisihinya” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14/42)
Yakinlah bahwa dibalik setiap kesulitan pasti ada kemudahan yang begitu dekat. Mujahid mengatakan, “Kemudahan akan senantiasa mengikuti kesulitan” (Dikeluarkan oleh Ath Thobari, 24/497)
Tawakkal Jadi Sebab Utama Keluar dari Kesempitan
Di awal-awal kesulitan, kadang belum datang pertolongan atau jalan keluar. Namun ketika kesulitan semakin memuncak, semakin di ujung tanduk, maka setelah itu datanglah kemudahan. Mengapa demikian? Karena di puncak kesulitan, hati sudah begitu pasrah. Hati pun menyerahkan seluruhnya pada Allah, Rabb tempat bergantung segala urusan. Itulah hakekat tawakkal. Tawakkal dengan bersandarnya hati pada Allah-lah, itulah sebab semakin mudahnya mendapatkan jalan keluar dari kesulitan yang ada.
Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, “Jika kesempitan itu semakin terasa sulit dan semakin berat, maka seorang hamba jadi putus asa. Demikianlah keadaan hamba ketika tidak bisa keluar dari kesulitan. Ketika itu, ia pun menggantungkan hatinya pada Allah semata. Akhirnya, ia pun bertawakkal pada-Nya. Tawakkal inilah yang menjadi sebab keluar dari kesempitan yang ada. Karena Allah sendiri telah berjanji akan mencukupi orang yang bertawakkal pada-Nya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Tholaq: 3)” (Jaami’ul wal Hikam, 238)
Butuh Adanya Kesabaran
Setelah kita mengetahui berita gembira bagi orang yang mendapat kesulitan dan kesempitan yaitu akan semakin dekat datangnya kemudahan, maka sikap yang wajib kita miliki ketika itu adalah bersabar dan terus bersabar. Artinya, ketika sulit, hati dan lisan tidak berkeluh kesah, begitu pula anggota badan menahan diri dari perilaku emosional seperti menampar pipi dan merobek baju sebagai tanda tidak ridho dengan ketentuan Allah (Lihat ‘Uddatush Shobirin wa Zakhirotusy Syakirin, 10).
Sabar menanti adanya kelapangan adalah solusi paling ampuh dalam menghadapi masalah, bukan dengan mengeluh dan berkeluh kesah. Imam Asy Syafi’i pernah berkata dalam bait syair,
Bersabarlah yang baik, maka niscaya kelapangan itu begitu dekat.
Barangsiapa yang mendekatkan diri pada Allah untuk lepas dari kesulitan, maka ia pasti akan selamat.
Barangsiapa yang begitu yakin dengan Allah, maka ia pasti tidak merasakan penderitaan.
Barangsiapa yang selalu berharap pada-Nya, maka Allah pasti akan memberi pertolongan.
(Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14/ 392)
Dalam syair Arab dikatakan, “Sabar itu seperti namanya, pahit rasanya, namun akhirnya lebih manis daripada madu.”
Semoga Allah senantiasa memudahkan kita meraih kelapangan dari kesempitan yang ada. Haruslah kita yakin badai pasti berlalu: “After a storm comes a calm”. Hanya Allah yang memberi taufik.(*)
sumber : http://remajaislam.com/islam-dasar/menata-hati/84-1-kesulitan-mustahil-mengalahkan-2-kemudahan.html
12.02
Refleksi Ruhiyah Kaum Salaf
Ditampilkan oleh
Septa Anis | Selasa, 11 Januari 2011 |
Islamedia - Islam sebagai satu dien yang mengatur kehidupan, pernah berjaya memberikan teladannya menyabar rahmat segenap alam. Mereka berbuat demikian, bukan hanya keyakinannya yang kokoh terhadap risalah Islam. Namun juga karena kedekatannya kepada Allah. Kaum salaf tidak pernah melaksanakan suatu amalan Islam kecuali dalamnya dihiasi dengan keikhlasan yang puncak kepada Rabb-Nya. Mereka memahami, jauhnya hati mereka kepada Allah adalah penyebab kekalahan. Dan sebaliknya, kedekatan kepada Allah adalah kunci gerbang kemenangan.
Kaum khalaf (yang belakangan) dapat memperoleh kemenangan hanya dengan mengikuti jejak mereka. Beginilah cara mereka membekali diri, beribadah kepada Allah.
Abu Bakar Ash-Shidiq
Abu Bakar memiliki seorang budak, pada suatu malam budak itu membawakannya makanan, lalu Abu Bakar mencicipinya sesuap. Budak itu berkata, "Mengapa engkau setiap malam menanyaiku tapi malam ini tidak menanyaiku?" Abu Bakar menjawab, "Itu disebabkan rasa lapar. Dari mana kamu dapatkan (makanan) ini?" Budak itu menjawab, "Dulu pada zaman jahiliyah, aku bertemu suatu kaum dan membacakan mantera. Mereka berjanji kepadaku akan memberi imbalan terhadap jasaku. Dan pada hari ini, aku melewati perkampungan mereka. kebetulan mereka sedang melangsungkan pernikahan, jadi mereka memberiku makanan ini. ”" Budak itu menjelaskan asal-usul makanan.
Abu Bakar berkata, "Celaka kamu! Hampir saja kamu membinasakan aku." Kemudian Abu Bakar memasukkan jarinya ke tenggorokan sampai muntah. Dikatakan kepadanya, "Itu tidak akan dapat keluar kecuali dengan air". Maka Abu Bakar meminta air, kemudian ia muntah dan membuangnya."
Lalu Abu Bakar berkata, "Seandainya makanan itu tidak dapar keluar kecuali bersama jiwaku, pasti aku akan tetap mengeluarkannya. Aku mendenfar Rasulullah bersabda, "Setiap tubuh yang tumbuh dari harta yang haram maka neraka lebih berhak atasnya." Maka aku takut bila tubuhku mengandung secuil makanan itu."
Umar Bin Khattab r.a.
Suatu malam Umar bin Khattab berkeliling kota Madinah untuk memeriksa kondisi warganya. Ia berhenti di sebuah rumah yang di dalamnya sedang dilaksanakan Qiyamul Lail. Umar mendengarkan ayat yang dibaca. Saat itu sedang dibaca surat At-Thur.
Ketika sampai pada ayat "Sesungguhnya adzab Rabbmu pasti akan terjadi, tidak seorang pun yang dapat menolaknya." (QS 52:7-8), Umar terjatuh dari kudanya. Selama sebulan penuh ia sakit dikarenakan ayat yang didengarnya itu.
Dari Abdillah bin Isa, "Pada wajah Umar terdapat dua garis hitam bekas tangisan.
Abdurrahman bin Auf r.a.
Abdurrahman bin Auf membawa makanan untuk berbuka puasa. Ia berkata, "Mush'ab bin Umair telah terbunuh padahal ia lebih baik dariku, lalu dikafani dengan kain. Bila kepalanya ditutup, kedua kakinya tampak. Bila kakinya ditutup, maka kepalanya tampak."
Ia pun berkata, "Hamzah telah terbunuh padahal ia lebih baik dariku. Tidak ada yang membungkusnya kecuali sehelai kain. Kemudian dunia melapangkan bagi kami apa yang bisa dilapangkan." Kemudian ia menangis hingga melupakan makanannya untuk berbuka.
Hudzaifah Ibnul Yaman r.a.
Hudzaifah menangis dalam sholatnya, setelah selesai, ia menoleh kebelakang, ternyata di belakangnya ada seseorang laki-laki. Maka ia berkata, "Jangan kau beritahu seorang pun tengtang hal ini."
Abdullah bin Umar r.a.
Ketika Abdullah bin Umar meminum air dingin, ia menangis. Kemudian tangisnya makin menjadi. Lalu dikatakan kepadanya, "Apa yang membuatmu menangis?" Ia menjawab, "Aku teringat dengan sebuah ayat, "Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga, "Limpahkanlah kepada kami sedikit makanan atau minuman yang dirizkikan Allah kepadamu." Penghuni surga menjawab, "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir."" (QS 7:50)"
Ali bin Husain
Suatu saat terjadi kebakaran yang saat itu di dalamnya terdapat Ali bin Husain yang tengah sujud. Orang-orang berkata, "Wahai cicit Rasulullah, ada api..." Namun ia tidak mengangkat kepalanya sampai api itu padam. Lalu ditanyakan kepadanya, "Apa yang membuatmu tidak peduli dengan api itu?" Ia menjawab, "Aku dikengahkan oleh api yang lain." (Maksudnya api neraka)
Abdullah bin Amr bin Ash
Ibunya membuat minyak (bahan bakar) untuk Abdullah bin Amr bin Ash. Sang ibu berkata, "Bila ia bangun di malam hari maka ia mematikan lampu kemudian menangis hingga matanya bengkak."
Sayyad bin Aus
Apabila Syaddad bin Aus beranjak ke tempat tidur dan berbaring di atas kasurnya, lalu seolah-olah ia adalah biji di atas penggorengan. Ia berkata, "Ya Allah sesungguhnya neraka telah membuatku begadang." Kemudian ia berdiri untuk sholat hingga subuh.
Atha' bin As-Sulaimi
Basyar bin Mansyur berkata kepada Atha', "Kenapa engkau bersedih?" Ia menjawab, "Celaka, kematian adalah temanku, kuburan adalah rumahku, hari kiamat adalah tempat berdiriku, dan Neraka Jahannam adalah jalanku. Demi Tuhanku aku tidak tahu apa yang ditetapkan untukku." Kemudian ia menarik nafas lalu pingsan.
Maroji': Cerminan Jiwa, Ibnul Jauzi (Diambil dari majalah Al-Izzah)
sumber : http://www.islamedia.web.id/2011/01/refleksi-ruhiyah-kaum-salaf.html
Kaum khalaf (yang belakangan) dapat memperoleh kemenangan hanya dengan mengikuti jejak mereka. Beginilah cara mereka membekali diri, beribadah kepada Allah.
Abu Bakar Ash-Shidiq
Abu Bakar memiliki seorang budak, pada suatu malam budak itu membawakannya makanan, lalu Abu Bakar mencicipinya sesuap. Budak itu berkata, "Mengapa engkau setiap malam menanyaiku tapi malam ini tidak menanyaiku?" Abu Bakar menjawab, "Itu disebabkan rasa lapar. Dari mana kamu dapatkan (makanan) ini?" Budak itu menjawab, "Dulu pada zaman jahiliyah, aku bertemu suatu kaum dan membacakan mantera. Mereka berjanji kepadaku akan memberi imbalan terhadap jasaku. Dan pada hari ini, aku melewati perkampungan mereka. kebetulan mereka sedang melangsungkan pernikahan, jadi mereka memberiku makanan ini. ”" Budak itu menjelaskan asal-usul makanan.
Abu Bakar berkata, "Celaka kamu! Hampir saja kamu membinasakan aku." Kemudian Abu Bakar memasukkan jarinya ke tenggorokan sampai muntah. Dikatakan kepadanya, "Itu tidak akan dapat keluar kecuali dengan air". Maka Abu Bakar meminta air, kemudian ia muntah dan membuangnya."
Lalu Abu Bakar berkata, "Seandainya makanan itu tidak dapar keluar kecuali bersama jiwaku, pasti aku akan tetap mengeluarkannya. Aku mendenfar Rasulullah bersabda, "Setiap tubuh yang tumbuh dari harta yang haram maka neraka lebih berhak atasnya." Maka aku takut bila tubuhku mengandung secuil makanan itu."
Umar Bin Khattab r.a.
Suatu malam Umar bin Khattab berkeliling kota Madinah untuk memeriksa kondisi warganya. Ia berhenti di sebuah rumah yang di dalamnya sedang dilaksanakan Qiyamul Lail. Umar mendengarkan ayat yang dibaca. Saat itu sedang dibaca surat At-Thur.
Ketika sampai pada ayat "Sesungguhnya adzab Rabbmu pasti akan terjadi, tidak seorang pun yang dapat menolaknya." (QS 52:7-8), Umar terjatuh dari kudanya. Selama sebulan penuh ia sakit dikarenakan ayat yang didengarnya itu.
Dari Abdillah bin Isa, "Pada wajah Umar terdapat dua garis hitam bekas tangisan.
Abdurrahman bin Auf r.a.
Abdurrahman bin Auf membawa makanan untuk berbuka puasa. Ia berkata, "Mush'ab bin Umair telah terbunuh padahal ia lebih baik dariku, lalu dikafani dengan kain. Bila kepalanya ditutup, kedua kakinya tampak. Bila kakinya ditutup, maka kepalanya tampak."
Ia pun berkata, "Hamzah telah terbunuh padahal ia lebih baik dariku. Tidak ada yang membungkusnya kecuali sehelai kain. Kemudian dunia melapangkan bagi kami apa yang bisa dilapangkan." Kemudian ia menangis hingga melupakan makanannya untuk berbuka.
Hudzaifah Ibnul Yaman r.a.
Hudzaifah menangis dalam sholatnya, setelah selesai, ia menoleh kebelakang, ternyata di belakangnya ada seseorang laki-laki. Maka ia berkata, "Jangan kau beritahu seorang pun tengtang hal ini."
Abdullah bin Umar r.a.
Ketika Abdullah bin Umar meminum air dingin, ia menangis. Kemudian tangisnya makin menjadi. Lalu dikatakan kepadanya, "Apa yang membuatmu menangis?" Ia menjawab, "Aku teringat dengan sebuah ayat, "Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga, "Limpahkanlah kepada kami sedikit makanan atau minuman yang dirizkikan Allah kepadamu." Penghuni surga menjawab, "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir."" (QS 7:50)"
Ali bin Husain
Suatu saat terjadi kebakaran yang saat itu di dalamnya terdapat Ali bin Husain yang tengah sujud. Orang-orang berkata, "Wahai cicit Rasulullah, ada api..." Namun ia tidak mengangkat kepalanya sampai api itu padam. Lalu ditanyakan kepadanya, "Apa yang membuatmu tidak peduli dengan api itu?" Ia menjawab, "Aku dikengahkan oleh api yang lain." (Maksudnya api neraka)
Abdullah bin Amr bin Ash
Ibunya membuat minyak (bahan bakar) untuk Abdullah bin Amr bin Ash. Sang ibu berkata, "Bila ia bangun di malam hari maka ia mematikan lampu kemudian menangis hingga matanya bengkak."
Sayyad bin Aus
Apabila Syaddad bin Aus beranjak ke tempat tidur dan berbaring di atas kasurnya, lalu seolah-olah ia adalah biji di atas penggorengan. Ia berkata, "Ya Allah sesungguhnya neraka telah membuatku begadang." Kemudian ia berdiri untuk sholat hingga subuh.
Atha' bin As-Sulaimi
Basyar bin Mansyur berkata kepada Atha', "Kenapa engkau bersedih?" Ia menjawab, "Celaka, kematian adalah temanku, kuburan adalah rumahku, hari kiamat adalah tempat berdiriku, dan Neraka Jahannam adalah jalanku. Demi Tuhanku aku tidak tahu apa yang ditetapkan untukku." Kemudian ia menarik nafas lalu pingsan.
Maroji': Cerminan Jiwa, Ibnul Jauzi (Diambil dari majalah Al-Izzah)
sumber : http://www.islamedia.web.id/2011/01/refleksi-ruhiyah-kaum-salaf.html
11.56
Islam di Spanyol: Identitas Baru Kebangkitan Islam
Ditampilkan oleh
Septa Anis | |
Reconquista
Sejarah Islam di Spanyol memiliki catatan yang panjang. Setelah disintegrasi kekhalifahan, kekuasaan Islam di Spanyol berangsur-angsur terkikis oleh Reconquista Spanyol. Reconquista (penaklukan) adalah proses di mana Kerajaan Katolik Spanyol utara akhirnya berhasil mengalahkan dan menaklukkan negara-negara Muslim di selatan Semenanjung Iberia.
Kota besar pertama jatuh ke tangan Katolik Toledo pada tahun 1085. Setelah pertempuran Las Navas de Tolosa tahun 1212, sebagian besar Al-Andalus jatuh di bawah kendali kerajaan Katolik, satu-satunya pengecualian adalah dinasti Nasrid Emirat Granada.
Titik balik hilangnya jejak Islam di Spanyol adalah Perjanjian Granada. Perjanjian yang ditandatangani oleh Emir Muhammad XII dari Granada itu membuka eskalasi besar toleransi beragama. Pada saat itu, Muslim memang masih dibolehkan untuk menggunakan sekolah, hukum dan kebiasaan mereka sendiri. Tetapi interpretasi dekrit kerajaan sebagian besar diserahkan kepada pihak berwenang Katolik setempat.
Namun mulai 1492, munculah Dekrit Alhambra. Semua kekayaan sejarah dan peraban Islam secara tertulis dalam bahasa Arab diberangus. Pada tahun 1499, para pemimpin Muslim Granada Siktus IV pada 1478.
Pada tahun 1567, Raja Philip II akhirnya benar-benar mendeklarasikan bahwa penggunaan bahasa Arab adalah ilegal, dan melarang agama, pakaian, dan adat Islam Islam. Langkah ini menyebabkan diperintahkan untuk menyerahkan hampir semua buku yang tersisa dalam bahasa Arab, dan kemudian dibakar pula. Awal 1502, di Valencia, kaum Muslim ditawari pilihan untuk dibaptis atau diasingkan.
Sebagian besar memutuskan untuk menjadi seorang ‘Katolik baru', yang disahkan oleh Paus Pemberontakan Kedua Alpujarras dan Pemberontakan Morisco. Dalam satu insiden, tentara yang dipimpin oleh Don John dari Austria menghancurkan kota Galera timur Granada, setelah membantai seluruh penduduk.
Setelah peristiwa itu, seluruh orang Moriscos Granada ditangkapi di seluruh Spanyol. 'Piagam-piagam Pengusiran' untuk pengusiran kaum Morisco akhirnya dikeluarkan oleh Philip III tahun 1609 terhadap kaum Muslim yang tersisa di Spanyol, yang pada saat itu terkonsentrasi di Kerajaan Aragon di utara, dan daerah sekitar Valencia di mana mereka terdiri 33 % dari populasi. Pengusiran resmi resmi selesai pada 1614, meskipun diyakini bahwa lebih dari 10.000 Moriscos tetap di Spanyol.

Muslim Spanyol Era 2000
Di North Hudson Islamic Educational Center, NY, nun terdapatlah sebuah kelas belajar Quran dalam bahasa Spanyol. Selain itu, ada juga Muslim Day yang diselenggarakan setiap tahun.
Sekitar 35 persen dari yang hadir adalah Hispanik, dan di beberapa sudut, ada orang-orang dari Puerto Rico, Dominika, Meksiko, Kuba dan lain-lain yang tengah membaca Syahadat.
Sementara mayoritas Hispanik di Amerika Serikat adalah Katolik, beberapa studi memperkirakan bahwa sebanyak 200.000 Hispanik telah memeluk Islam di negara ini. Diantaranya adalah Musa Franco, seorang Kolombia yang masuk Islam pada usia 13 tahun. Setiap hari ia ke masjid bersama istrinya, Candice Elam. Sedangkan Shari Abdul Malik adalah seorang Kosta Rika.
Kemudian ada Miriam Celeste Colo'n, yang masuk Islam pada tahun 2002. Sejak saat itu, ia menjadikan pakaian gamis dan jilbab sebagai kiblat “mode dan fashion”-nya. Ada juga Muslimah Rodriguez, yang memutuskan masuk Islam pada tahun 2009 langsung mengenakan jilbab.
Islam di Spanyol telah menjadi sesuatu yang mendasar dalam budaya dan sejarah bangsa. Islam hadir di tanah Spanyol modern dari tahun 711 sampai 1492 di bawah kekuasaan orang Arab dan Moor al-Andalus.
Pada tahun 2007, diperkirakan lebih dari 1 juta Muslim tinggal di Spanyol, kebanyakan dari mereka imigran baru dari Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia Selatan, walaupun ada sejumlah besar orang yang masuk Islam yaitu 20.000 orang. (sa/nytimes / wikipedia)
sumber : http://www.eramuslim.com/berita/gerakan-dakwah/islam-di-spanyol-identitas-baru-kebangkitan-islam.htm
Sejarah Islam di Spanyol memiliki catatan yang panjang. Setelah disintegrasi kekhalifahan, kekuasaan Islam di Spanyol berangsur-angsur terkikis oleh Reconquista Spanyol. Reconquista (penaklukan) adalah proses di mana Kerajaan Katolik Spanyol utara akhirnya berhasil mengalahkan dan menaklukkan negara-negara Muslim di selatan Semenanjung Iberia.
Kota besar pertama jatuh ke tangan Katolik Toledo pada tahun 1085. Setelah pertempuran Las Navas de Tolosa tahun 1212, sebagian besar Al-Andalus jatuh di bawah kendali kerajaan Katolik, satu-satunya pengecualian adalah dinasti Nasrid Emirat Granada.
Titik balik hilangnya jejak Islam di Spanyol adalah Perjanjian Granada. Perjanjian yang ditandatangani oleh Emir Muhammad XII dari Granada itu membuka eskalasi besar toleransi beragama. Pada saat itu, Muslim memang masih dibolehkan untuk menggunakan sekolah, hukum dan kebiasaan mereka sendiri. Tetapi interpretasi dekrit kerajaan sebagian besar diserahkan kepada pihak berwenang Katolik setempat.
Namun mulai 1492, munculah Dekrit Alhambra. Semua kekayaan sejarah dan peraban Islam secara tertulis dalam bahasa Arab diberangus. Pada tahun 1499, para pemimpin Muslim Granada Siktus IV pada 1478.
Pada tahun 1567, Raja Philip II akhirnya benar-benar mendeklarasikan bahwa penggunaan bahasa Arab adalah ilegal, dan melarang agama, pakaian, dan adat Islam Islam. Langkah ini menyebabkan diperintahkan untuk menyerahkan hampir semua buku yang tersisa dalam bahasa Arab, dan kemudian dibakar pula. Awal 1502, di Valencia, kaum Muslim ditawari pilihan untuk dibaptis atau diasingkan.
Sebagian besar memutuskan untuk menjadi seorang ‘Katolik baru', yang disahkan oleh Paus Pemberontakan Kedua Alpujarras dan Pemberontakan Morisco. Dalam satu insiden, tentara yang dipimpin oleh Don John dari Austria menghancurkan kota Galera timur Granada, setelah membantai seluruh penduduk.
Setelah peristiwa itu, seluruh orang Moriscos Granada ditangkapi di seluruh Spanyol. 'Piagam-piagam Pengusiran' untuk pengusiran kaum Morisco akhirnya dikeluarkan oleh Philip III tahun 1609 terhadap kaum Muslim yang tersisa di Spanyol, yang pada saat itu terkonsentrasi di Kerajaan Aragon di utara, dan daerah sekitar Valencia di mana mereka terdiri 33 % dari populasi. Pengusiran resmi resmi selesai pada 1614, meskipun diyakini bahwa lebih dari 10.000 Moriscos tetap di Spanyol.

Muslim Spanyol Era 2000
Di North Hudson Islamic Educational Center, NY, nun terdapatlah sebuah kelas belajar Quran dalam bahasa Spanyol. Selain itu, ada juga Muslim Day yang diselenggarakan setiap tahun.
Sekitar 35 persen dari yang hadir adalah Hispanik, dan di beberapa sudut, ada orang-orang dari Puerto Rico, Dominika, Meksiko, Kuba dan lain-lain yang tengah membaca Syahadat.
Sementara mayoritas Hispanik di Amerika Serikat adalah Katolik, beberapa studi memperkirakan bahwa sebanyak 200.000 Hispanik telah memeluk Islam di negara ini. Diantaranya adalah Musa Franco, seorang Kolombia yang masuk Islam pada usia 13 tahun. Setiap hari ia ke masjid bersama istrinya, Candice Elam. Sedangkan Shari Abdul Malik adalah seorang Kosta Rika.
Kemudian ada Miriam Celeste Colo'n, yang masuk Islam pada tahun 2002. Sejak saat itu, ia menjadikan pakaian gamis dan jilbab sebagai kiblat “mode dan fashion”-nya. Ada juga Muslimah Rodriguez, yang memutuskan masuk Islam pada tahun 2009 langsung mengenakan jilbab.
Islam di Spanyol telah menjadi sesuatu yang mendasar dalam budaya dan sejarah bangsa. Islam hadir di tanah Spanyol modern dari tahun 711 sampai 1492 di bawah kekuasaan orang Arab dan Moor al-Andalus.
Pada tahun 2007, diperkirakan lebih dari 1 juta Muslim tinggal di Spanyol, kebanyakan dari mereka imigran baru dari Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia Selatan, walaupun ada sejumlah besar orang yang masuk Islam yaitu 20.000 orang. (sa/nytimes / wikipedia)
sumber : http://www.eramuslim.com/berita/gerakan-dakwah/islam-di-spanyol-identitas-baru-kebangkitan-islam.htm
12.47
Film Ar-Risalah : Satu Jembatan Barat Islam
Ditampilkan oleh
Septa Anis | Senin, 10 Januari 2011 |
oleh : Ustadz Ahmad Sarwat, Lc
Film ini produk Holywood sehingga kualitasnya baik, tetapi yang bikin asli orang Islam, Musthafa Al-Aqqad. Jadi film ini cukup unik, sebab kita tahu Hollywood adalah `kerajaan film yahudi` yang notabene selalu menggunakan kekuatan film dalam rangka melibas apa saja yang sekiranya dianggap bertentangan dengan yahudi. Dan Islam dalam beberapa hal termasuk yang dianggap musuh oleh yahudi. Maka pembuatan film ini diboikot yahudi.
Dan saya bilang film ini asli buatan Hollywood, karena dibuat oleh sutradara dan produser Holywood. Tentunya dengan kualitas Hollywood juga. Jadi sangat beda dengan kalau kita melihat film-film buatan Mesir misalnya, yang rada-rada melow dan meng-India-he sekali. Masak adegan dalam sirah nabi pakai ada tari perut dan nyanyi-nyanyi ala Mesir, kan aneh banget.
Tapi saya bilang film ini asli bikinan orang Islam, karena memang Mustafa Al-Aqqad, sang produser sekaligus sutradaranya, memang seorang muslim keturunan Syria. Lahir di Aleppo (orang Arab menyebutnya Halab), Syria 1 Juli 1930. Kemudian dia meneruskan kuliah di California University Amerika dan berkembang di Hollywood.
Mustafa sendiri meninggal oleh ledakan bom tahun 1995, yang diduga didalangi oleh agen Mossad di Amman Jordan. Konon sesaat sebelum kematiannya, dia berencana untuk membuat film baru tentang Shalahuddin Al-Ayyubi, versi Hollywood juga, tetapi yang adil dan proporsional.
Ar-Risalah (1976)
Kalau kita melihat bagaimana film ini dibuat, pasti kita berdecak kagum. Sebab semua teknologi canggih di masa itu dikerahkan (film ini dibuat tahun 1976). Setting kota Mekkah dibuat sangat detail, mulai dari Ka`bah yang ternyata saat itu belum berkiswah hitam, masih lurik-lurik. Hingga suasana pasar di Mekkah abad ke-7 Masehi yang telah diramaikan oleh para kafilah dagang berbagai bangsa.
Begitu juga setting kota Madinah juga dibuat sangat teliti, kita bisa melihat jelas bagaimana Masjid Nabawi pertama kali didirikan dengan atap pelepah kurma, dinding batu dan semen, serta tiang-tiang dari batang pohon kurma.
Detail kostum para prajurit perang Badar dan Uhud juga tampil menarik. Apalagi saat dikerahkan 10.000 pasukan berkuda yang mengepung kota Mekkah itu plus dengan genderang perang yang dibunyikan seirama dengan alunan takbir yang memecah angkasa. Hmm, sangat kolosal dan mengagumkan.
Saya berpikir, bahwa teknik pembuatan film ini yang pasti unik. Bayangkan bahwa di zaman itu dunia film pasti belum kenal CGI dan komputer grafik, semua di-take secara apa adanya, asli bin original.
Yang bikin menarik lagi, nampaknya Mustafa Al-Aqqad sangat ingin menjaga nuansa keaslian suasana Arab abad ke-7 tampil utuh. Sampai dia tidak rela kalau nantinya film ini rusak gara-gara didubing (baca : sulih suara). Mungkin agar bisa ditonton dengan nyaman oleh dua peradaban, barat dan Arab. Maka dibuatlah dua film, yang satu fim Ar-Risalah dan satu lagi diberi judul The Message. Dua buah film yang dibuat bersamaan dengan satu alur cerita tapi dengan pemain yang berbeda. Tentu dengan dialog yang agak sedikit berbeda, tapi tetap satu alur. Hmm, luar biasa memang.
Ar-Risalah dimainkan oleh para pemeran yang bertutur bahasa Arab, di antaranya Abdullah Ghaits yang berperan sebagai Hamzah dan Muna Washif yang berperan sebagai Hindun. Sedangkan versi The Message dimainkan oleh para bintang yang bertutur dalam bahasa Inggris, termasuk Antony Quinn yang memerankan Hamzah dan Irene Papas.
Rupanya urusan alih bahasa, Mustafa jelas ingin sempurna. Tidak cukup hanya memberi sub-title atau dubbing, tapi waktu shooting, take dilakukan dua kali. Sekali take untuk dialog para pemeran yang berbahasa Arab dan sekali take lagi untuk dialog pemeran yang berbahasa Inggris. Sebab cara orang Arab dalam berbicara amat beda dengan orang Inggris dan sebaliknya. Ada begitu banyak ekspresi dan bahasa tubuh yang tidak bisa dianggap remeh, buat seorang Mustafa Al-Aqqad.
Tapi kalau adegan yang longshot atau kolosal, sepertinya kedua film itu menggunakan hasil take yang sama.
Original Sound Track (OST) film ini juga dibuat secara orkestra dicompose oleh musikus kawakan, Maurice Jarre, yang mengadaptasi irama padang pasir dalam versi konser. Jarre banyak menggarap OTS film kolosal, salah satunya film tentang si orientalis Inggirs, Laurence the Arabia.
Kedua film ini diniatkan oleh Mustafa Al-Aqqad untuk menjadi jembatan antara barat dan timur, seperti ungkapannya. "Sudah menjadi tugas saya sebagai muslim yang tinggal di Barat untuk memperkenalkan wajah Islam yang original, agama yang dipeluk oleh 700 juta manusia (tahun 1976-red). Namun sedikit sekali informasi yang lurus tentang Islam di Barat, sebuah kenyataan yang agak memprihatikan buat saya."
"Maka saya melihat sebuah kebutuhan yang besar untuk bercerita tentang kisah yang membangun jembatan antara kedua dunia itu", tambahnya
Boikot Hollywood
Cita-cita luhur Mustafa Al-Aqqad bukan tanpa halangan. Rupanya jaringan yahudi Hollywood merasa kecolongan dengan rencana pembuatan film ini. Kelihatan sekali mereka kompak memboikot film ini, khususnya masalah pembiayaan. Sampai akhirnya Mustafa terpaksa jual-jual proposal ke timur tengah minta support dana.
Sayangnya orang-orang Arab zaman segitu masih belum punya apresiasi yang tinggi tentang dakwah lewat film. Alih-alih dapat dana, yang keluar malah fatwa yang mengharamkan bikin film tentang Nabi Muhammad.
Sampai-sampai ketika lokasi film sudah disiapkan dan setting kota Mekkah, Madinah dan yang lainnya sudah siap, tiba-tiba para ulama di Maroko (Maghrib) juga ikut-ikutan memboikot rencana pembuatan film ini. Sehingga terpaksa shooting film gagal. Setting kota Mekkah dan Madinah yang sudah rapi, terpaksa dibongkar.
Bantuan Muammar Al-Qadzdzafi
Dalam keputus-asaan itu, tiba-tiba datang berita baik dari Libya. Sang kolonel penguasa negeri itu menawarkan bantuan, bukan hanya dana tetapi juga semua yang dibutuhkan. Termasuk tentara nasional Libya ikut dikerahkan. Maka lokasi shooting dibuat di Libya, atas bantuan besar dari sang penguasa.
Konon tentara nasional ikut main film dalam adegan Fathu Mekkah yang memang butuh 10.000 orang figuran. Walau pun tampil sekilas, longshot pula, yang penting mentas, mungkin begitu pikir para tentara Libya itu.
Sebagai ungkapan terima kasih, Mustafa Al-Aqqad lantas menghadiahi Al-Qadzdzafi sebuah film yang mengungkap kepahlawanan bangsa Libya, Umar Al-Mukhtar. Sebuah film panjang dan juga kolosal, Anthony Quinn ikut main jadi sang pahlawan. Tapi film ini hanya dibuat dalam satu bahasa, yaitu bahasa Inggris. Urusan orang Arab mau nonton film ini juga, film ini kemudian disulih-suarakan.
Rekomendasi Ulama
Urusan rekomendasi ulama, justru yang paling memusingkan. Mustafa Al-Aqqad terpaksa bolak-balik ke Mesir (Universitas Al-Azhar), khusus untuk minta fatwa tentang hal-hal teknis pembuatan film. Pastinya para ulama tidak setuju kalau sosok nabi Muhammad atau para shahabat yang mulia itu nongol di film.
Maka dicari titik tengah, tapi tentu saja bikin pusing tujuh keliling. Betapa tidak, film ini kan maunya menceritakan kehidupan seorang Muhammad SAW, tapi justru sosoknya tidak boleh tampil. Dan itu harga mati menurut para ulama Al-Azhar.
Bukan cuma sosok Nabi Muhammad saja yang tidak boleh tampil, tapi suara dan bayangannya pun juga haram tampil. Nah lho, makin bingung si Mustafa. Kalau di komik zaman saya kecil, Nabi Muhammad tampil dengan lingkaran dan tulisan Muhammad, hehehe. Tentu saja Mustafa tidak mau bikin film model komik anak-anak seperti itu.
Daya tarik utama sebuah film kan tokoh utamanya. Masak sih film James Bond yang terkenal itu, sejak awal film hingga akhir jagoannya tidak boleh nongol sosoknya? Pastinya penonton kecewa berat.
Akhirnya, titik temu didapat juga. Nabi Muhammad SAW memang tidak tampil sosoknya, tetapi yang tampil justru point of view-nya. Layar dimana penonton menyaksikan film seolah-olah merupakan pandangan mata Nabi Muhammad SAW. Adegan ini nampak jelas ketika momen Nabi SAW tiba dari hijrah di Madinah, sontak seluruh penduduk Madinah menyambutnya dan bersorak-sorak. Kamera dari atas punggung unta Nabi menampilkan pemandangan spektatuler, seolah itulah pandangan mata Rasulullah SAW. Dan . . . Al-Azhar mengangguk. Yess . . adegan itu boleh dan memenuhi kriteria syariah.
Dalam adegan lain, saat para shahabat sedang berdialog dengan Rasulllah SAW, wajah-wajah mereka menghadap ke kamera, seolah sedang menatap beliau SAW. Dan musik tertentu akan mengalun bila adegan semacam ini terjadi, menandakan layar adalah pandangan mata Rasulullah SAW.
Untuk beberapa adegan, rasanya masalah memang terjawab. Tetapi tetap saja sulit sekali menggambarkan kejadian aslinya. Misalnya adegan perang Badar yang sesungguhnya langsung dipimpin oleh Rasulullah SAW, di film ini yang tampil justru Hamzah sebagai komandan pertempuran.
Di antara titik tengah itu, nampaknya para ulama juga melarang tampilnya para shahabat yang utama, maka sejak awal hingga akhir film, kita tidak akan pernah melihat sosok Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali, Khadijah, Aisyah ridhwanullahi `alaihim. Tokoh shahabat yang tampil antara lain Hamzah, Zaid, Ja`far bin Abi Thalib, Bilal, Ammar serta kedua orang tuanya, Yasir dan Sumayyah, Hudzaifah bin Utbah.
Khalid bin Walid dan Amr bin Al-Ash ditampilkan sejak masih kafir hingga memeluk agama Islam, sebagai shahabat Nabi SAW.
Tokoh-tokoh kafir yang tampil terbatas hanya pada musyrikin Arab saja, seperti Abu Jahal, Abu Lahab dan istrinya, Umayyah bin Khalaf, Abu Sufyan dan istrinya, Hindun dan paman Nabi, Abu Thalib. Dan tambahan satu orang, yaitu tokoh munafik Madinah, Abdullah bin Salul.
Tetapi di film ini tidak ada tokoh yahudi atau nasrani yang muncul sebagai musuh yang kafir. Tokoh Majusi diwakili oleh Kisra, sangat penguasa Persia, yang muncul pada opening film ini, dan merobek-robek surat dari Nabi SAW.
Ada tiga sosok orang nasrani muncul di film ini, dan tetapi mereka justru sangat baik perlakuannya kepada Nabi SAW. Pertama, Kaisar Romawi, Heraklius di istananya di kota Konstantinopel. Adegan itu menggambarkan dia menerima surat ajakan masuk Islam dari Rasulullah SAW. Kedua, An-Najasyi, raja Habasyah yang Kristen tapi justru menerima dakwah beliau SAW. Ketiga, seorang penjaga kebun di Thaif yang menolong beliau SAW saat dikejar-kejar orang kafir.
Tentu tidak semua kejadian di masa Rasulullah SAW termuat di film ini. Kita menyaksikan kejadian yang melompat-lompat dari satu masa ke masa yang lain. Entah ini menjadi kekurangan atau malah kelebihan. Yang pasti, durasi film ini amat panjang, sampai mendekati tiga jam. Jadi nontonnya butuh waktu ekstra. Atau mungkin enaknya ditonton bersambung beberapa seri.
Kita hanya menemukan dua perang yaitu Perang Badar dan Uhud. Perang-perang besar lain yang sebenarnya sangat fenomenal seperti perang Khandaq, Bani Quraidhah, Muktah, Tabuk, Khaibar dan lainnya, tidak diceritakan.
Oh ya, ada yang lucu di masing-masing versi. Di versi Arab. tokoh yang memerankan Bilal itu lumayan ganteng lho. Sebaliknya, di versi English, pemerannya memang rada kumel. Pemeran Hamzah juga begitu, di versi Arabnya, tampil muda, gagah dan ganteng. Tapi di versi english, jenggotnya sudah pada putih, kurang gagah. Mungkin si Anthony Quint-nya nggak mau jenggot putihnya disemir hitam
Saya dan Film Ar-Risalah
Di Indonesia konon film ini sempat diputar di bioskop di tahun 78-an, saya kurang `ngeh` karena waktu masih duduk di SD. Lagian bioskop masih rada-rada haram waktu itu. :)
Tapi lewat video, boleh dibilang film inilah yang berkali-kali saya tonton video sejak masih duduk di SMA hingga sekarang ini. Sambil berseloroh saya sering bilang, bahwa film ini lebih dari seribu kali saya tonton, sampai-sampai saya hafal luar kepala hampir semua dialognya yang berbahasa Arab itu. Bahkan dulu waktu masih belajar bahasa Arab di LIPIA, film ini malah menjadi salah satu media pengajaran bahasa Arab.
Dalam banyak kegiatan daurah dan trainning keislaman di SMA dan kampus-kampus, peran saya selalu menjadi `komentator` diputarnya film ini. Dan biasanya, acara daurah berhari-hari yang isinya ngaji melulu itu akan menjadi lebih segar kalau film ini diputar. Biasanya saya bukan cuma menterjemahkan isi dialognya, tetapi malah ceramah kesana kemari menceritakan lebih detail lain tentang sirah nabawiyah.
Sayangnya waktu itu, film ini masih berformat kaset video Betamax, yang diputar berkali-kali dimana tiap kali diputar gambarnya makin memudar. Apalagi sebenarnya video itu hasil direkaman tidak resmi dari video player ke video recorder yang dicolok pakai kabel AV. Hasilnya pasti mengalami penurunan kualitas.
Lucunya, hasil rekaman itu kemudian direkam lagi, hasilnya direkam lagi dan begitu terus menerus. Yang saya punya mungkin sudah keturunan yang ke-12 barangkali.
Hasil akhirnya?
Gambarnya goyang-goyang, suaranya pecah, warnanya pudar, dan layarnya bintik-bintik putih karena head video playernya sudah tipis. Terus disemprot pakai cleaner, bisa normal lagi. Wah, kalau mengenang masa itu, sedih juga ya. Tapi ya tetap saja ditonton orang banyak.
Tidak terbayang di zaman itu nantinya akan ada teknologi VCD, DVD, mpeg, DV dan sejenisnya seperti di zaman sekarang. Zaman segitu belum ada Adobe Premierre, Avid atau Ulead Video Editing. Semua masih pakai pita kaset yang bisa kusut dan gambarnya hilang kena magnit.
Terjemah : Sub-title
Yang sedang saya kerjakan sekarang ini adalah membuat sub-title dalam bahasa Indonesia yang baik dan `mendingan`. Mengingat yang banyak dijual (pastinya bajakan) tidak ada yang memuaskan saya.
Umumnya yang dijual di kaki lima itu versi The Message berbahasa Inggris yang aneh di telinga saja. Ada juga yang berbahasa Arab dan ada terjemahnya, tetapi gambarnya . . .. ampun tuan, ancur cur cur.
Pak Yahya sahabat baik saya sejak masih kuliah di LIPIA yang jadi petugas di lab bahasa ma`had saya kontak, beliau ternyata sudah tidak punya lagi film itu karena konon termasuk `diharamkan` oleh mudir LIPIA yang dulu tanpa penjelasan. Mungkin karena film dianggap haram atau bagaimana, entah lah. Yang ada cuma film kartun, katanya. Hihihi anak LIPIA kok nonton kartun?
So, akhirnya saya buka Youtube dan alhamdulillah saya masih bisa dapat film yang gambarnya masih makbul deh. Tinggal didownload lalu bersenjatakan Ulead Video Studio, mulai ceklak-ceklik bikin terjemahan (sub-title) film ini. Alhamdulillah, hampir semua dialog masih saya hafal luar kepala, tapi giliran menterjemahkannya, rada susah juga ya untuk mendapatkan padanan kata yang pas.
Sebenarnya pekerjaan ini buang-buang waktu, tetapi mengingat anak saya merengek terus minta dijelasin tiap dialog film ini, wah kok jadi kerjaan, makanya saya pikir tidak ada salahnya saya turun gunung, balik lagi dengan hoby jaman dulu. Mulai pelan-pelan bikin terjemahan yang hasilnya nanti bisa jadi DVD atau bisa diunggah balik ke Youtube juga. Siapa tahu masih banyak orang yang ingin nonton film ini.
Gratis?
Ya gratis dong. Kan dapetnya juga di Youtube, kembalikan ke Youtube dengan sedikit polesan terjemahan. Kalau nanti ada yang mendownload lalu di-VCD-kan terus dijual, bagaimana? Halah biarin aja dijual orang, toh saya tetap dapat pahala.
Masak mau makan dari hasil film bajakan sih? Tak usah ya.
sumber : http://www.ustsarwat.com/web/berita-98-film-arrisalah--satu-jembatan-barat-islam.html
Film ini produk Holywood sehingga kualitasnya baik, tetapi yang bikin asli orang Islam, Musthafa Al-Aqqad. Jadi film ini cukup unik, sebab kita tahu Hollywood adalah `kerajaan film yahudi` yang notabene selalu menggunakan kekuatan film dalam rangka melibas apa saja yang sekiranya dianggap bertentangan dengan yahudi. Dan Islam dalam beberapa hal termasuk yang dianggap musuh oleh yahudi. Maka pembuatan film ini diboikot yahudi.Dan saya bilang film ini asli buatan Hollywood, karena dibuat oleh sutradara dan produser Holywood. Tentunya dengan kualitas Hollywood juga. Jadi sangat beda dengan kalau kita melihat film-film buatan Mesir misalnya, yang rada-rada melow dan meng-India-he sekali. Masak adegan dalam sirah nabi pakai ada tari perut dan nyanyi-nyanyi ala Mesir, kan aneh banget.
Tapi saya bilang film ini asli bikinan orang Islam, karena memang Mustafa Al-Aqqad, sang produser sekaligus sutradaranya, memang seorang muslim keturunan Syria. Lahir di Aleppo (orang Arab menyebutnya Halab), Syria 1 Juli 1930. Kemudian dia meneruskan kuliah di California University Amerika dan berkembang di Hollywood. Mustafa sendiri meninggal oleh ledakan bom tahun 1995, yang diduga didalangi oleh agen Mossad di Amman Jordan. Konon sesaat sebelum kematiannya, dia berencana untuk membuat film baru tentang Shalahuddin Al-Ayyubi, versi Hollywood juga, tetapi yang adil dan proporsional.
Ar-Risalah (1976)
Kalau kita melihat bagaimana film ini dibuat, pasti kita berdecak kagum. Sebab semua teknologi canggih di masa itu dikerahkan (film ini dibuat tahun 1976). Setting kota Mekkah dibuat sangat detail, mulai dari Ka`bah yang ternyata saat itu belum berkiswah hitam, masih lurik-lurik. Hingga suasana pasar di Mekkah abad ke-7 Masehi yang telah diramaikan oleh para kafilah dagang berbagai bangsa.
Begitu juga setting kota Madinah juga dibuat sangat teliti, kita bisa melihat jelas bagaimana Masjid Nabawi pertama kali didirikan dengan atap pelepah kurma, dinding batu dan semen, serta tiang-tiang dari batang pohon kurma.
Detail kostum para prajurit perang Badar dan Uhud juga tampil menarik. Apalagi saat dikerahkan 10.000 pasukan berkuda yang mengepung kota Mekkah itu plus dengan genderang perang yang dibunyikan seirama dengan alunan takbir yang memecah angkasa. Hmm, sangat kolosal dan mengagumkan.
Saya berpikir, bahwa teknik pembuatan film ini yang pasti unik. Bayangkan bahwa di zaman itu dunia film pasti belum kenal CGI dan komputer grafik, semua di-take secara apa adanya, asli bin original.
Yang bikin menarik lagi, nampaknya Mustafa Al-Aqqad sangat ingin menjaga nuansa keaslian suasana Arab abad ke-7 tampil utuh. Sampai dia tidak rela kalau nantinya film ini rusak gara-gara didubing (baca : sulih suara). Mungkin agar bisa ditonton dengan nyaman oleh dua peradaban, barat dan Arab. Maka dibuatlah dua film, yang satu fim Ar-Risalah dan satu lagi diberi judul The Message. Dua buah film yang dibuat bersamaan dengan satu alur cerita tapi dengan pemain yang berbeda. Tentu dengan dialog yang agak sedikit berbeda, tapi tetap satu alur. Hmm, luar biasa memang.
Ar-Risalah dimainkan oleh para pemeran yang bertutur bahasa Arab, di antaranya Abdullah Ghaits yang berperan sebagai Hamzah dan Muna Washif yang berperan sebagai Hindun. Sedangkan versi The Message dimainkan oleh para bintang yang bertutur dalam bahasa Inggris, termasuk Antony Quinn yang memerankan Hamzah dan Irene Papas.
Rupanya urusan alih bahasa, Mustafa jelas ingin sempurna. Tidak cukup hanya memberi sub-title atau dubbing, tapi waktu shooting, take dilakukan dua kali. Sekali take untuk dialog para pemeran yang berbahasa Arab dan sekali take lagi untuk dialog pemeran yang berbahasa Inggris. Sebab cara orang Arab dalam berbicara amat beda dengan orang Inggris dan sebaliknya. Ada begitu banyak ekspresi dan bahasa tubuh yang tidak bisa dianggap remeh, buat seorang Mustafa Al-Aqqad.
Tapi kalau adegan yang longshot atau kolosal, sepertinya kedua film itu menggunakan hasil take yang sama.
Original Sound Track (OST) film ini juga dibuat secara orkestra dicompose oleh musikus kawakan, Maurice Jarre, yang mengadaptasi irama padang pasir dalam versi konser. Jarre banyak menggarap OTS film kolosal, salah satunya film tentang si orientalis Inggirs, Laurence the Arabia.
Kedua film ini diniatkan oleh Mustafa Al-Aqqad untuk menjadi jembatan antara barat dan timur, seperti ungkapannya. "Sudah menjadi tugas saya sebagai muslim yang tinggal di Barat untuk memperkenalkan wajah Islam yang original, agama yang dipeluk oleh 700 juta manusia (tahun 1976-red). Namun sedikit sekali informasi yang lurus tentang Islam di Barat, sebuah kenyataan yang agak memprihatikan buat saya."
"Maka saya melihat sebuah kebutuhan yang besar untuk bercerita tentang kisah yang membangun jembatan antara kedua dunia itu", tambahnya
Boikot Hollywood
Cita-cita luhur Mustafa Al-Aqqad bukan tanpa halangan. Rupanya jaringan yahudi Hollywood merasa kecolongan dengan rencana pembuatan film ini. Kelihatan sekali mereka kompak memboikot film ini, khususnya masalah pembiayaan. Sampai akhirnya Mustafa terpaksa jual-jual proposal ke timur tengah minta support dana.
Sayangnya orang-orang Arab zaman segitu masih belum punya apresiasi yang tinggi tentang dakwah lewat film. Alih-alih dapat dana, yang keluar malah fatwa yang mengharamkan bikin film tentang Nabi Muhammad.
Sampai-sampai ketika lokasi film sudah disiapkan dan setting kota Mekkah, Madinah dan yang lainnya sudah siap, tiba-tiba para ulama di Maroko (Maghrib) juga ikut-ikutan memboikot rencana pembuatan film ini. Sehingga terpaksa shooting film gagal. Setting kota Mekkah dan Madinah yang sudah rapi, terpaksa dibongkar.
Bantuan Muammar Al-Qadzdzafi
Dalam keputus-asaan itu, tiba-tiba datang berita baik dari Libya. Sang kolonel penguasa negeri itu menawarkan bantuan, bukan hanya dana tetapi juga semua yang dibutuhkan. Termasuk tentara nasional Libya ikut dikerahkan. Maka lokasi shooting dibuat di Libya, atas bantuan besar dari sang penguasa.
Konon tentara nasional ikut main film dalam adegan Fathu Mekkah yang memang butuh 10.000 orang figuran. Walau pun tampil sekilas, longshot pula, yang penting mentas, mungkin begitu pikir para tentara Libya itu.
Sebagai ungkapan terima kasih, Mustafa Al-Aqqad lantas menghadiahi Al-Qadzdzafi sebuah film yang mengungkap kepahlawanan bangsa Libya, Umar Al-Mukhtar. Sebuah film panjang dan juga kolosal, Anthony Quinn ikut main jadi sang pahlawan. Tapi film ini hanya dibuat dalam satu bahasa, yaitu bahasa Inggris. Urusan orang Arab mau nonton film ini juga, film ini kemudian disulih-suarakan.
Rekomendasi Ulama
Urusan rekomendasi ulama, justru yang paling memusingkan. Mustafa Al-Aqqad terpaksa bolak-balik ke Mesir (Universitas Al-Azhar), khusus untuk minta fatwa tentang hal-hal teknis pembuatan film. Pastinya para ulama tidak setuju kalau sosok nabi Muhammad atau para shahabat yang mulia itu nongol di film.
Maka dicari titik tengah, tapi tentu saja bikin pusing tujuh keliling. Betapa tidak, film ini kan maunya menceritakan kehidupan seorang Muhammad SAW, tapi justru sosoknya tidak boleh tampil. Dan itu harga mati menurut para ulama Al-Azhar.
Bukan cuma sosok Nabi Muhammad saja yang tidak boleh tampil, tapi suara dan bayangannya pun juga haram tampil. Nah lho, makin bingung si Mustafa. Kalau di komik zaman saya kecil, Nabi Muhammad tampil dengan lingkaran dan tulisan Muhammad, hehehe. Tentu saja Mustafa tidak mau bikin film model komik anak-anak seperti itu.
Daya tarik utama sebuah film kan tokoh utamanya. Masak sih film James Bond yang terkenal itu, sejak awal film hingga akhir jagoannya tidak boleh nongol sosoknya? Pastinya penonton kecewa berat.
Akhirnya, titik temu didapat juga. Nabi Muhammad SAW memang tidak tampil sosoknya, tetapi yang tampil justru point of view-nya. Layar dimana penonton menyaksikan film seolah-olah merupakan pandangan mata Nabi Muhammad SAW. Adegan ini nampak jelas ketika momen Nabi SAW tiba dari hijrah di Madinah, sontak seluruh penduduk Madinah menyambutnya dan bersorak-sorak. Kamera dari atas punggung unta Nabi menampilkan pemandangan spektatuler, seolah itulah pandangan mata Rasulullah SAW. Dan . . . Al-Azhar mengangguk. Yess . . adegan itu boleh dan memenuhi kriteria syariah.
Dalam adegan lain, saat para shahabat sedang berdialog dengan Rasulllah SAW, wajah-wajah mereka menghadap ke kamera, seolah sedang menatap beliau SAW. Dan musik tertentu akan mengalun bila adegan semacam ini terjadi, menandakan layar adalah pandangan mata Rasulullah SAW.
Untuk beberapa adegan, rasanya masalah memang terjawab. Tetapi tetap saja sulit sekali menggambarkan kejadian aslinya. Misalnya adegan perang Badar yang sesungguhnya langsung dipimpin oleh Rasulullah SAW, di film ini yang tampil justru Hamzah sebagai komandan pertempuran.
Di antara titik tengah itu, nampaknya para ulama juga melarang tampilnya para shahabat yang utama, maka sejak awal hingga akhir film, kita tidak akan pernah melihat sosok Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali, Khadijah, Aisyah ridhwanullahi `alaihim. Tokoh shahabat yang tampil antara lain Hamzah, Zaid, Ja`far bin Abi Thalib, Bilal, Ammar serta kedua orang tuanya, Yasir dan Sumayyah, Hudzaifah bin Utbah.
Khalid bin Walid dan Amr bin Al-Ash ditampilkan sejak masih kafir hingga memeluk agama Islam, sebagai shahabat Nabi SAW.
Tokoh-tokoh kafir yang tampil terbatas hanya pada musyrikin Arab saja, seperti Abu Jahal, Abu Lahab dan istrinya, Umayyah bin Khalaf, Abu Sufyan dan istrinya, Hindun dan paman Nabi, Abu Thalib. Dan tambahan satu orang, yaitu tokoh munafik Madinah, Abdullah bin Salul.
Tetapi di film ini tidak ada tokoh yahudi atau nasrani yang muncul sebagai musuh yang kafir. Tokoh Majusi diwakili oleh Kisra, sangat penguasa Persia, yang muncul pada opening film ini, dan merobek-robek surat dari Nabi SAW.
Ada tiga sosok orang nasrani muncul di film ini, dan tetapi mereka justru sangat baik perlakuannya kepada Nabi SAW. Pertama, Kaisar Romawi, Heraklius di istananya di kota Konstantinopel. Adegan itu menggambarkan dia menerima surat ajakan masuk Islam dari Rasulullah SAW. Kedua, An-Najasyi, raja Habasyah yang Kristen tapi justru menerima dakwah beliau SAW. Ketiga, seorang penjaga kebun di Thaif yang menolong beliau SAW saat dikejar-kejar orang kafir.
Tentu tidak semua kejadian di masa Rasulullah SAW termuat di film ini. Kita menyaksikan kejadian yang melompat-lompat dari satu masa ke masa yang lain. Entah ini menjadi kekurangan atau malah kelebihan. Yang pasti, durasi film ini amat panjang, sampai mendekati tiga jam. Jadi nontonnya butuh waktu ekstra. Atau mungkin enaknya ditonton bersambung beberapa seri.
Kita hanya menemukan dua perang yaitu Perang Badar dan Uhud. Perang-perang besar lain yang sebenarnya sangat fenomenal seperti perang Khandaq, Bani Quraidhah, Muktah, Tabuk, Khaibar dan lainnya, tidak diceritakan.
Oh ya, ada yang lucu di masing-masing versi. Di versi Arab. tokoh yang memerankan Bilal itu lumayan ganteng lho. Sebaliknya, di versi English, pemerannya memang rada kumel. Pemeran Hamzah juga begitu, di versi Arabnya, tampil muda, gagah dan ganteng. Tapi di versi english, jenggotnya sudah pada putih, kurang gagah. Mungkin si Anthony Quint-nya nggak mau jenggot putihnya disemir hitam
Saya dan Film Ar-Risalah
Di Indonesia konon film ini sempat diputar di bioskop di tahun 78-an, saya kurang `ngeh` karena waktu masih duduk di SD. Lagian bioskop masih rada-rada haram waktu itu. :)
Tapi lewat video, boleh dibilang film inilah yang berkali-kali saya tonton video sejak masih duduk di SMA hingga sekarang ini. Sambil berseloroh saya sering bilang, bahwa film ini lebih dari seribu kali saya tonton, sampai-sampai saya hafal luar kepala hampir semua dialognya yang berbahasa Arab itu. Bahkan dulu waktu masih belajar bahasa Arab di LIPIA, film ini malah menjadi salah satu media pengajaran bahasa Arab.
Dalam banyak kegiatan daurah dan trainning keislaman di SMA dan kampus-kampus, peran saya selalu menjadi `komentator` diputarnya film ini. Dan biasanya, acara daurah berhari-hari yang isinya ngaji melulu itu akan menjadi lebih segar kalau film ini diputar. Biasanya saya bukan cuma menterjemahkan isi dialognya, tetapi malah ceramah kesana kemari menceritakan lebih detail lain tentang sirah nabawiyah.
Sayangnya waktu itu, film ini masih berformat kaset video Betamax, yang diputar berkali-kali dimana tiap kali diputar gambarnya makin memudar. Apalagi sebenarnya video itu hasil direkaman tidak resmi dari video player ke video recorder yang dicolok pakai kabel AV. Hasilnya pasti mengalami penurunan kualitas.
Lucunya, hasil rekaman itu kemudian direkam lagi, hasilnya direkam lagi dan begitu terus menerus. Yang saya punya mungkin sudah keturunan yang ke-12 barangkali.
Hasil akhirnya?
Gambarnya goyang-goyang, suaranya pecah, warnanya pudar, dan layarnya bintik-bintik putih karena head video playernya sudah tipis. Terus disemprot pakai cleaner, bisa normal lagi. Wah, kalau mengenang masa itu, sedih juga ya. Tapi ya tetap saja ditonton orang banyak.
Tidak terbayang di zaman itu nantinya akan ada teknologi VCD, DVD, mpeg, DV dan sejenisnya seperti di zaman sekarang. Zaman segitu belum ada Adobe Premierre, Avid atau Ulead Video Editing. Semua masih pakai pita kaset yang bisa kusut dan gambarnya hilang kena magnit.
Terjemah : Sub-title
Yang sedang saya kerjakan sekarang ini adalah membuat sub-title dalam bahasa Indonesia yang baik dan `mendingan`. Mengingat yang banyak dijual (pastinya bajakan) tidak ada yang memuaskan saya.
Umumnya yang dijual di kaki lima itu versi The Message berbahasa Inggris yang aneh di telinga saja. Ada juga yang berbahasa Arab dan ada terjemahnya, tetapi gambarnya . . .. ampun tuan, ancur cur cur.
Pak Yahya sahabat baik saya sejak masih kuliah di LIPIA yang jadi petugas di lab bahasa ma`had saya kontak, beliau ternyata sudah tidak punya lagi film itu karena konon termasuk `diharamkan` oleh mudir LIPIA yang dulu tanpa penjelasan. Mungkin karena film dianggap haram atau bagaimana, entah lah. Yang ada cuma film kartun, katanya. Hihihi anak LIPIA kok nonton kartun?
So, akhirnya saya buka Youtube dan alhamdulillah saya masih bisa dapat film yang gambarnya masih makbul deh. Tinggal didownload lalu bersenjatakan Ulead Video Studio, mulai ceklak-ceklik bikin terjemahan (sub-title) film ini. Alhamdulillah, hampir semua dialog masih saya hafal luar kepala, tapi giliran menterjemahkannya, rada susah juga ya untuk mendapatkan padanan kata yang pas.
Sebenarnya pekerjaan ini buang-buang waktu, tetapi mengingat anak saya merengek terus minta dijelasin tiap dialog film ini, wah kok jadi kerjaan, makanya saya pikir tidak ada salahnya saya turun gunung, balik lagi dengan hoby jaman dulu. Mulai pelan-pelan bikin terjemahan yang hasilnya nanti bisa jadi DVD atau bisa diunggah balik ke Youtube juga. Siapa tahu masih banyak orang yang ingin nonton film ini.
Gratis?
Ya gratis dong. Kan dapetnya juga di Youtube, kembalikan ke Youtube dengan sedikit polesan terjemahan. Kalau nanti ada yang mendownload lalu di-VCD-kan terus dijual, bagaimana? Halah biarin aja dijual orang, toh saya tetap dapat pahala.
Masak mau makan dari hasil film bajakan sih? Tak usah ya.
sumber : http://www.ustsarwat.com/web/berita-98-film-arrisalah--satu-jembatan-barat-islam.html
10.56
Pesona Kematangan
Ditampilkan oleh
Septa Anis | Sabtu, 08 Januari 2011 |
Chemistry yang biasanya mempengaruhi hubungan cinta antara laki-laki dan wanita sebenarnya hanya menegaskan satu fakta: ketika cinta yang genuine bertemu dengan motif lain dalam diri manusia, dalam hal ini hasrat atau syahwat biologis, hubungan cinta antara laki-laki dan wanita memasuki wilayah yang sangat rumit dan kompleks. Banyak fakta yang tidak bisa di pahami dalam perspektif norma cinta yang lazim. Lebih banyak lagi kejutan yang lahir di ruang ketidakterdugaan. Namun itu tidak menghalangi kita menemukan fakta yang lebih besar: bahwa dengan memandang itu sebagai pengecualian-pengecualian, seperti dalam kasus Muawiyah bin Abi sufyan dengan gadis badui yang tidak dapat mencintainya, kekuatan cinta sesungguhnya tetap dan selalu mengejawantah pada kematangan kepribadian kita. Misalnya antara Utsman bin Affan dan istrinya, Naila.
Para pecinta sejati tidak memancarkan pesonanya dari ketampanan atau kecantikannya, atau kekuasaan dan kekayaannya, atau popularitas dan pengaruhnya. Pesona mereka memancar dari kematangan mereka. Mereka mencintai maka mereka memberi. Mereka kuat. Tetapi kekuatan mereka menjadi sumber keteduhan jiwa orang-orang yang dicintainya. Mereka berisi, dan sangat independen. Tapi mereka tetap merasa membutuhkan orang lain, dan percaya bahwa hanya melalui mereka ia bisa bertumbuh dan bahwa pada orang-orang itulah pemberian mereka menemukan konteksnya. Kebutuhan mereka pada lain bukan sebentuk ketergantungan. Tapi lahir dari kesadaran mendalam tentang keterbatasan manusia dan keniscayaan independensi manusia.
Pesona inilah yang dipancarkan Khadijah pada Muhammad. Maka selisih umur tidak sanggup menghalangi pesona Khadijah menembus jiwa Muhammad. Pesona kematangan itu pula yang membuat beliau enggan menikah lagi bahkan setelah Khadijah wafat. “Siapa lagi yang bisa menggantikan Khadijah?”, tana Rasulullah saw. Tapi bisakah kita membayangkan pertemuan dua pesona kecantikan serta pesona kecerdasan? Pesona itulah yang dimiliki Aisyah: muda, cantik, innocent, cerdas dan matang dini. Dahsyat, pasti! Pesonanya pesona. Dalam chemistery ini tidak ada pengecualian Muawiyah. Disini semua pesona menyatu padu: seperti goresan pelangi dilangit kehidupan sang Nabi. Dua perempuan terhormat dari suku Quraisy itu mengisi kehidupan pribadi sang Nabi pada dua babak yang berbeda. Khadijah hadir pada periode paling sulit di Mekah. Aisyah hadir pada periode pertumbuhan yang pertumbuhan yang rumit di Madinah. Khadijah mengawali kehidupan kenabiannya. Tapi di pangkuan Aisyahlah ia menghembuskan nafas terakhirnya setelah menyelesaikan misi kenabiannya.
Dalam jiwa Sang Nabi ada dua cinta yang berbeda pada kedua perempuan terhormat itu. Ketika beliau ditanya tentang orang yang paling ia cintai, ia menjawab: Aisyah! Tapi ketika beliau ditanya tentang cintanya pada Khadijah, ia menjawab: “cinta itu dikaruniakan Allah padaku.” cintanya pada Aisyah adalah bauran dari pesona kematangan dan kecantikan yang melahirkan syahwat. Maka Ummu Salamah berkata, “Rasulullah saw tidak bisa “menahan” dirinya untuk bertemu Aisyah.” Tapi cintanya pada Khadijah adalah jawaban jiwa pesona kematangan Khadijah: cinta itu dikirim Allah melalui kematangan Khadijah.
Anis Matta
sumber : http://serialcinta.blogspot.com/2009/03/pesona-kematangan.html
Para pecinta sejati tidak memancarkan pesonanya dari ketampanan atau kecantikannya, atau kekuasaan dan kekayaannya, atau popularitas dan pengaruhnya. Pesona mereka memancar dari kematangan mereka. Mereka mencintai maka mereka memberi. Mereka kuat. Tetapi kekuatan mereka menjadi sumber keteduhan jiwa orang-orang yang dicintainya. Mereka berisi, dan sangat independen. Tapi mereka tetap merasa membutuhkan orang lain, dan percaya bahwa hanya melalui mereka ia bisa bertumbuh dan bahwa pada orang-orang itulah pemberian mereka menemukan konteksnya. Kebutuhan mereka pada lain bukan sebentuk ketergantungan. Tapi lahir dari kesadaran mendalam tentang keterbatasan manusia dan keniscayaan independensi manusia.
Pesona inilah yang dipancarkan Khadijah pada Muhammad. Maka selisih umur tidak sanggup menghalangi pesona Khadijah menembus jiwa Muhammad. Pesona kematangan itu pula yang membuat beliau enggan menikah lagi bahkan setelah Khadijah wafat. “Siapa lagi yang bisa menggantikan Khadijah?”, tana Rasulullah saw. Tapi bisakah kita membayangkan pertemuan dua pesona kecantikan serta pesona kecerdasan? Pesona itulah yang dimiliki Aisyah: muda, cantik, innocent, cerdas dan matang dini. Dahsyat, pasti! Pesonanya pesona. Dalam chemistery ini tidak ada pengecualian Muawiyah. Disini semua pesona menyatu padu: seperti goresan pelangi dilangit kehidupan sang Nabi. Dua perempuan terhormat dari suku Quraisy itu mengisi kehidupan pribadi sang Nabi pada dua babak yang berbeda. Khadijah hadir pada periode paling sulit di Mekah. Aisyah hadir pada periode pertumbuhan yang pertumbuhan yang rumit di Madinah. Khadijah mengawali kehidupan kenabiannya. Tapi di pangkuan Aisyahlah ia menghembuskan nafas terakhirnya setelah menyelesaikan misi kenabiannya.
Dalam jiwa Sang Nabi ada dua cinta yang berbeda pada kedua perempuan terhormat itu. Ketika beliau ditanya tentang orang yang paling ia cintai, ia menjawab: Aisyah! Tapi ketika beliau ditanya tentang cintanya pada Khadijah, ia menjawab: “cinta itu dikaruniakan Allah padaku.” cintanya pada Aisyah adalah bauran dari pesona kematangan dan kecantikan yang melahirkan syahwat. Maka Ummu Salamah berkata, “Rasulullah saw tidak bisa “menahan” dirinya untuk bertemu Aisyah.” Tapi cintanya pada Khadijah adalah jawaban jiwa pesona kematangan Khadijah: cinta itu dikirim Allah melalui kematangan Khadijah.
Anis Matta
sumber : http://serialcinta.blogspot.com/2009/03/pesona-kematangan.html
21.54
Israel Manipulasi Dinding Kota Tua Al-Quds
Ditampilkan oleh
Septa Anis | Senin, 03 Januari 2011 |
KNRP – Yayasan Waqaf dan Purbukala Al-Aqsa mengatakan bahwa Pendudukan Israel terus bekerja untuk yahudisasi tembok-tembok Yerusalem tua dengan mengganti batu aslinya menjadi batu yang bertuliskan simbol Haekal bintang enam (bintang David), dan itu sebagai upaya untuk penipuan dan pengaburan peninggalan Islam dan Arab di Yerusalem.
Yayasan itu memberikan penjelasan dalam laporan persnya yang didokumentasikan dengan foto-foto bahwa pendudukan Israel dengan klaim proyek untuk perbaikan dan pemulihan serta pemeliharaan tembok Yerusalem di Kota Tua, Israel menggantikan sejumlah batu dinding batu dengan batu bata baru yang memiliki simbol dari Talmud Yahudi dan Taurat, seperti batu dengan model Haekal (tempat ibadah) Yahudi atau batu yang berbentuk bintang enam sebagai simbol Israel.
Yayasan Al-Aqsa baru-baru ini menerima beberapa keluhan dari penduduk Kota Tua Yerusalem, khususnya di Gerbang Sahirah, bahwa pendudukan baru-baru ini melakukan yahudisasi dan penipuan atas sejumlah dinding batu Kota Tua, yang pagar dinding Kota Tua itu sebanarnya dibangun dan diperbaiki terutama oleh Sultan Suleiman Utsmani.
Tim Media Yayasan Al-Aqsa lalu melakukan kunjungan ke lapangan di mana tim menemukan bahwa pendudukan telah menghilangkan batu dari pagar batu tua dan diganti dengan batu lain yang diukir dengan model struktur Haekal di dinding bagian kiri Gerbang Sahirah di Kota Tua Yerusalem.(milyasd/aljzr)
sumber : http://knrp.or.id/berita/aktual/israel-manipulasi-dinding-kota-tua-al-quds.htm
Yayasan itu memberikan penjelasan dalam laporan persnya yang didokumentasikan dengan foto-foto bahwa pendudukan Israel dengan klaim proyek untuk perbaikan dan pemulihan serta pemeliharaan tembok Yerusalem di Kota Tua, Israel menggantikan sejumlah batu dinding batu dengan batu bata baru yang memiliki simbol dari Talmud Yahudi dan Taurat, seperti batu dengan model Haekal (tempat ibadah) Yahudi atau batu yang berbentuk bintang enam sebagai simbol Israel.
Yayasan Al-Aqsa baru-baru ini menerima beberapa keluhan dari penduduk Kota Tua Yerusalem, khususnya di Gerbang Sahirah, bahwa pendudukan baru-baru ini melakukan yahudisasi dan penipuan atas sejumlah dinding batu Kota Tua, yang pagar dinding Kota Tua itu sebanarnya dibangun dan diperbaiki terutama oleh Sultan Suleiman Utsmani.
Tim Media Yayasan Al-Aqsa lalu melakukan kunjungan ke lapangan di mana tim menemukan bahwa pendudukan telah menghilangkan batu dari pagar batu tua dan diganti dengan batu lain yang diukir dengan model struktur Haekal di dinding bagian kiri Gerbang Sahirah di Kota Tua Yerusalem.(milyasd/aljzr)
sumber : http://knrp.or.id/berita/aktual/israel-manipulasi-dinding-kota-tua-al-quds.htm
22.57
Hidayat : Umat Islam Indonesia Harus Bangga dengan Identitas Keislamannya
Ditampilkan oleh
Septa Anis | Minggu, 02 Januari 2011 |
Islamedia:Mantan Ketua MPR-RI, Hidayat Nurwahid, mengajak umat Islam Indonesia meneguhkan identitas diri dan menyadari posisi sebagai khalifah dan pemimpin di Tanah Air. "Umat Islam perlu menyadari sebagai pemilik sah Indonesia, dan bukan pengontrak. Oleh karena itu paling layak berikan solidaritas untuk saudara. Mengapa demikian? Islam mengajarkan untuk saling memperhatikan dan memedulikan sesama," kata dia saat memberikan taushiyah dalam Dzikir Nasional, di Masjid At-Tin, Jakarta, Jumat (31/12)
Hidayat menjelaskan, pengukuhan identitas tersebut penting sebab sejak awal konstribusi umat Islam dalam proses pendirian dan pembangunan bangsa sangat besar. Bahkan, banyak sumbangsih yang telah diberikan oleh umat Islam merupakan modal awal bagi tegaknya sendi-sendi hidup berbangsa dan bernegara.
Dia mencontohkan, jauh sebelum Budi Utomo yang diidentiikan sebagai kesadaran dan kebangkitan nasional, organisasi Jam'iyyatul Kheir telah lebih dahulu berdiri, tepatnya pada tahun 1901. "Artinya satu abad lalu, para tokoh Muslim sudah memikirkan perbaikan umat melalui jalur ekonomi, pendidikan dan lainnya," kata dia.
Akan tetapi, lanjut Hidayat, yang terjadi saat ini, umat Islam Tanah Air justru kehilangan identitas dan tidak bangga dengan ke-Islamannya. Oleh karena itu, dzikir diharapkan menjadi alternatif untuk kembali mengingatkan dan mensyukuri anugerah yang telah diberikan kepada Allah.
Rasa syukur diwujudkan dengan komitmen menjadi hamba Allah yang taat kepada perintah dan jauhi larangan Nya. “Maka sayang sekali jika melanggar dan menjadi hamba yang merendahkan diri sendiri, korupsi, merusak alam, atau tindakan tercela apa pun," papar dia. Ke depan, Hidayat mengusulkan agar lebih mengukuhkan identitas sebagai Muslim.
Ia tak lupa meminta Harian Republika diminta menyelenggarakan peringatan serupa menyambut tahun baru hijriyah. “Agar umat betul-betul menghayati dan dicatat sebagai kebaikan, diisi dengan tanggung jawab dan amanat serta diakhiri dengan khusnul khatimah," pungkas dia.[republika.co.id]
sumber : http://islamedia-online.blogspot.com/2010/12/hidayat-umat-islam-indonesia-harus.html
Hidayat menjelaskan, pengukuhan identitas tersebut penting sebab sejak awal konstribusi umat Islam dalam proses pendirian dan pembangunan bangsa sangat besar. Bahkan, banyak sumbangsih yang telah diberikan oleh umat Islam merupakan modal awal bagi tegaknya sendi-sendi hidup berbangsa dan bernegara.
Dia mencontohkan, jauh sebelum Budi Utomo yang diidentiikan sebagai kesadaran dan kebangkitan nasional, organisasi Jam'iyyatul Kheir telah lebih dahulu berdiri, tepatnya pada tahun 1901. "Artinya satu abad lalu, para tokoh Muslim sudah memikirkan perbaikan umat melalui jalur ekonomi, pendidikan dan lainnya," kata dia.
Akan tetapi, lanjut Hidayat, yang terjadi saat ini, umat Islam Tanah Air justru kehilangan identitas dan tidak bangga dengan ke-Islamannya. Oleh karena itu, dzikir diharapkan menjadi alternatif untuk kembali mengingatkan dan mensyukuri anugerah yang telah diberikan kepada Allah.
Rasa syukur diwujudkan dengan komitmen menjadi hamba Allah yang taat kepada perintah dan jauhi larangan Nya. “Maka sayang sekali jika melanggar dan menjadi hamba yang merendahkan diri sendiri, korupsi, merusak alam, atau tindakan tercela apa pun," papar dia. Ke depan, Hidayat mengusulkan agar lebih mengukuhkan identitas sebagai Muslim.
Ia tak lupa meminta Harian Republika diminta menyelenggarakan peringatan serupa menyambut tahun baru hijriyah. “Agar umat betul-betul menghayati dan dicatat sebagai kebaikan, diisi dengan tanggung jawab dan amanat serta diakhiri dengan khusnul khatimah," pungkas dia.[republika.co.id]
sumber : http://islamedia-online.blogspot.com/2010/12/hidayat-umat-islam-indonesia-harus.html
07.16
2010, Israel Tahan dan Siksa 4.000 Warga Palestina di Penjara
Ditampilkan oleh
Septa Anis | |
![]() |
| Warga Palestina di penjara Israel |
Dalam sebuah laporan yang dirilis pekan lalu, Farwana mengatakan kekerasan yang dilakukan Israel terhadap tahanan Palestina kian meningkat. Staf penjara dan sipir semakin menerapkan tindak sewenang-wenang terhadap tawanan dan mengeluarkan keputusan-keputusan yang kian memperburuk kondisi tahanan.
Ia juga menekankan daftar pasien yang ditahan di penjara Israel kian beragam dan penggunaan kekuatan berlebihan terhadap tawanan menjadi fenomena semua penjara.
Abdulnasser juga menekankan pada dua nama, Ra'ed Abu Hammad dan Mohamed Abdin, yang meninggal tahun lalu karena mendapat siksaan berat. Israel menolak permintaan perawatan medis kedua tahanan yang dipenjara di kawasan Jerusalem.
Abdulnasser mendesak lembaga-lembaga internasional untuk menghentikan sikap diam atas isu-isu tahanan Palestina dan segera bergerak untuk membela hak dan hukum yang telah dilanggar sehari-hari oleh Israel.
Dalam konteks terkait, seorang pemimpin utama para tahanan Palestina di penjara Israel mengatakan, petugas penjara kerap meningkatkan penggeledahan dalam seksi-seksi dan ruang para tahanan dengan dalih mencari ponsel. Namun faktanya, penggeledahan dan penggerebekan tiba-tiba itu adalah bagian dari hukum Shalit yang diterapkan secara bertahap.
Awal tahun lalu, pemerintah Israel telah menyetujui hukum Shalit yang bertujuan mengganggu kondisi tahanan Palestina demi menekan penangkap tentara Israel yang masih ditahan, Gilad Shalit, untuk melakukan pembicaraan penukaran tahanan.
Pemimpin para tahanan menambahkan penggeledahan tidak mungkin demi mencari ponsel mengingat klaim petuga penjara serta bukti di lapangan menyatakan tindak keamanan di penjara sangatlah ketat.
Ia menyatakan banyak tahanan menderita kerugian material besar. Pasalnya ketika tentara Israel menyerbu ke sel-sel, mereka membuat kerusakan pada apa pun yang mereka lalu dan mereka temukan.
Dalam insiden terpisah, tahanan Palestina di penjara Hadarim, menuntut petugas penjara mencabut penghilangan sinyal ponsel dengan gelombang tinggi yang digunakan di dalam bangunan. Mereka mengatakan gelombang dari piranti itu dapat menyebabkan penyakit serius seperti kanker di kalangan mereka.
Para tahanan mengatakan petugas penjara menggunakan jammers setelah melakukan penggeledahan intensif penuh kekerasan selama dua bulan terakhir di sel-sel mereka.
sumber : http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/11/01/01/155909-2010-israel-tahan-dan-siksa-4000-lebih-warga-palestina-di-penjara
09.37
Giliran Argentina Akui Palestina Sebagai Negara Merdeka
Ditampilkan oleh
Septa Anis | Selasa, 07 Desember 2010 |
REPUBLIKA.CO.ID, BUENOS AIRES--Argentina pada Senin waktu setempat (6/12) menyatakan mengakui Palestina sebagai sebuah negara yang bebas dan merdeka. Pengakuan itu diumumkan beberapa hari setelah Brasil melakukan langkah serupa yang menyulut kecaman-kecaman sengit dari anggota parlemen Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Presiden Argentina Cristina Kirchner menulis surat kepada Presiden Palestina Mahmud Abbas yang isinya mengatakan, negaranya mengakui Palestina sebagai sebuah negara yang ditetapkan dengan perbatasan 1967. Pihak Israel segera menanggapi dengan menyatakan penyesalan atas pengakuan Argentina itu.
"Keputusan yang patut disesalkan ini sama sekali tidak akan membantu mengubah situasi antara Israel dan Palestina," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Yigal Palmor. "Itu merupakan deklarasi mengecewakan yang bertentangan dengan semangat perjanjian antara Israel dan Palestina dan dengan negosiasi bagi perdamaian.''
Brasil mengumumkan pengakuannya atas negara Palestina merdeka dengan perbatasan 1967 pada Jumat, yang menyulut tanggapan sama dari Israel. Negara Yahudi tersebut menyatakan 'sedih dan kecewa' atas pengakuan itu.
sumber : http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/10/12/07/150949-giliran-argentina-akui-palestina-sebagai-negara-merdeka
Presiden Argentina Cristina Kirchner menulis surat kepada Presiden Palestina Mahmud Abbas yang isinya mengatakan, negaranya mengakui Palestina sebagai sebuah negara yang ditetapkan dengan perbatasan 1967. Pihak Israel segera menanggapi dengan menyatakan penyesalan atas pengakuan Argentina itu.
"Keputusan yang patut disesalkan ini sama sekali tidak akan membantu mengubah situasi antara Israel dan Palestina," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Yigal Palmor. "Itu merupakan deklarasi mengecewakan yang bertentangan dengan semangat perjanjian antara Israel dan Palestina dan dengan negosiasi bagi perdamaian.''
Brasil mengumumkan pengakuannya atas negara Palestina merdeka dengan perbatasan 1967 pada Jumat, yang menyulut tanggapan sama dari Israel. Negara Yahudi tersebut menyatakan 'sedih dan kecewa' atas pengakuan itu.
sumber : http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/10/12/07/150949-giliran-argentina-akui-palestina-sebagai-negara-merdeka
17.48
Momentum Transformasi di Awal Hijriyah
Ditampilkan oleh
Septa Anis | Senin, 06 Desember 2010 |
![]() |
| ilustrasi |
Perlu dipahami bahwa hijrah Rasulullah dan para sahabat ke Madinah pada waktu itu sama sekali bukan karena keinginan untuk sengaja meninggalkan tanah airnya, akan tetapi karena perintah dari Allah SWT sebagai bagian dari strategi dakwah dan sebagai upaya yang sungguh-sungguh untuk melaksanakan ajaran-Nya. Setelah hijrah terbentuklah masyarakat Madinah yang penuh dengan kedamaian, ketenangan, persamaan, kesejahteraan, keadilan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Peristiwa hijrah yang monumental telah berlangsung 14 abad yang lampau dan tidak akan terulang lagi. Namun hikmah dan nilai-nilainya tetap abadi sampai sekarang dan hingga akhir zaman. Hikmah terpenting dari momentum Tahun Baru Hijriyah, ialah memperbarui tekad, semangat dan upaya untuk melakukan perbaikan dan peningkatan dalam berbagai bidang kehidupan.
Perintah untuk melakukan hijrah dalam arti berpindah secara fisik demi untuk menyelamatkan masa depan Islam yang sedang terancam sudah tidak ada lagi setelah pembebasan kota suci Mekkah. Tetapi hijrah dalam pengertian maknawi, seperti hijrah dari sifat malas dan putus asa kepada ketekunan berusaha, hijrah dari perilaku curang dan korup kepada perilaku adil dan jujur, hijrah dari kemaksiatan kepada ketakwaan, serta hijrah dari perangkap kemiskinan yang mendekatkan kepada kekufuran menuju kehidupan yang layak dan bermartabat, tetap relevan sepanjang masa. Berbagai peristiwa dan kondisi memprihatinkan yang bagai benang kusut terjadi dalam kehidupan bangsa kita pada saat ini, hanya dapat diatasi dengan mengimplementasikan ajaran dan nilai-nilai hijrah.
Pesan hijrah bernilai abadi karena setiap Muslim dituntut untuk mengupayakan kehidupan diri dan masyarakat di sekitarnya menjadi lebih baik dalam pergantian hari dan tahun. Sabda Rasulullah SAW menyatakan, `'Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari kemarin, adalah orang yang beruntung. Bila hari ini sama dengan kemarin, berarti orang merugi, dan jika hari ini lebih jelek dari kemarin, adalah orang celaka.'' Dalam Alquran diungkapkan keterkaitan antara hijrah dengan turunnya rahmat Allah.
Firman Allah SWT dalam Alquran, "Sesungguhnya orang-orang yang beriman,orang-orang yang berhijrah, dan berjuang di jalan Allah, merekalah (orang-orang yang) mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Al Baqarah [2]: 218) Sudah menjadi sunnatullah bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri tidak berusaha mengubah dirinya.
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (ar-Ra'd [13]:11) Oleh karena itu, menyambut pergantian tahun Hijriyah perlu disertai dengan kesadaran yang kuat untuk melakukan upaya-upaya konkret dalam membangun kualitas umat dalam berbagai bidang, termasuk upaya menanggulangi kemiskinan. Esensi hijrah adalah perubahan perilaku ke arah yang lebih baik dan positif, menyingkirkan segala keburukan dan kerusakan serta menghadirkan kemaslahatan dalam kehidupan umat dan bangsa.
K.H. Didin Hafidhuddin
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/12/06/150840-mementum-transformasi-di-awal-hijriyah
09.53
PM Turki: Sebelum Minta Maaf, Tiada Ampunan Buat Israel!
Ditampilkan oleh
Septa Anis | |
![]() |
| Recep Tayyip Erdogan |
Erdogan mengatakan, “Turki ingin Israel meminta maaf dan memberikan kompensasi setelah serangan yang terjadi pada 31 Mei lalu itu.” Hal itu disampaikan Erdogan dalam pidato yang disampaikan di kota Sivas.
Dalam pidatonya Erdogan menyatakan, "Kita harus mengubah halaman ini pada suatu hari. Namun sebelum itu kita menuntut permintaan maaf dan kompensasi dari Israel."
Di melanjutkan, “Kita tidak mengabaikan tangan yang diulurkan kepada kita. Namun kita harus memastikan bahwa tangan yang diulurkan kepada kita ini benar-benar tulus.”
Erdogan menambahkan, “Bagaimanapun tidak mungkin ada yang diharapkan dari terus bersikap diam dan mengabaikan hukum selama darah yang ditumpahkan di laut tengah belum dibersihkan."
Erdogan kembali menekankan bahwa apa yang dilakukan Turki dengan mengirimakan dua helikopter ke entitas Zionis untuk berpartisipasi dalam memadamkan api, berangkat dari "kewajiban kemanusiaan dan Islam."
sumber : http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/10/12/06/150831-pm-turki-sebelum-minta-maaf-tiada-ampunan-buat-israel
20.18
Alhamdulillah, Pemerintah Yunani Percepat Pembangunan Masjid di Athena
Ditampilkan oleh
Septa Anis | Minggu, 05 Desember 2010 |
![]() |
| Umat Islam Athena menggelar sholat di jalanan |
Harian terkemuka setempat, Ta Nea, mengabarkan pemerintah Yunani akan mendanai pembangunan masjid itu. Pembangunan masjid yang mampu menampung sekitar 500 orang itu diharapkan bisa terlaksana dalam tempo enam bulan ke depan.
Selama ini umat Muslim di Athena yang sebagian besar berasal dari negara-negara Arab, Afrika, dan India sholat dijalan-jalan atau ruang bawah tanah karena tak memiliki satu pun masjid. Sejak puluhan tahun lalu, umat Islam sudah meminta izin pembangunan masjid di Athena tetapi selalu ditentang pihak Gereja Orthodok Yunani dan kalangan ekstrim kanan setempat.
Rencana pembangunan masjid di bekas pangkalan angkatan laut ini pun ditentang oleh mereka. Namun kali ini tampaknya pemerintah Yunani jalan terus dengan rencananya. Pada saat sholat Iedul Adha yang baru lalu yang digelar di jalanan, sejumlah pengikut kelompok ultra kanan menggelar demo. Mereka bahkan melempari jamaah dengan telur dan mengejek dengan gambar-gambar babi.
Sejak abad 19 ketika Yunani berhasil melepaskan diri dari pengaruh Kesultanan Turki Ottoman, mereka langsung menghapus semua jejak Islam di negaranya. Bahkan pemerintah pusat maupun daerah langsung melarang pembangunan masjid dan komplek pemakaman Muslim. Kebijakan itu masih terus dilakukan sampai sekarang di beberapa wilayah.
sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/12/05/150767-alhamdulillah-pemerintah-yunani-percepat-pembangunan-masjid-di-athena
15.54
Halaman Facebook Berbahasa Inggris Al Qassam Ditutup
Ditampilkan oleh
Septa Anis | |
GAZA - Layanan jejaring sosial "Facebook" telah menutup halaman resmi dari Sayap Militer Hamas - Brigade Al Qassam di situs Facebook.
Ketika situs-situs Zionis menyebarkan propaganga kebencian terhadap warga Palestina secara terbuka di layanan jejaring sosial mereka, administasi Facebook menutup halaman dari situs Palestina dan pro-Palestina untuk menyebarkan berita atau informasi terkait pengungkapan pelanggaran oleh penjajahan Zionis terhadap rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat.
Halaman Facebook Al Qassam lenyap setelah tiga hari halaman tersebut ditampilkan di situs resmi Al Qassam (http://www.qassam.ps/index.html), padahal, situs Al Qassam tidak melanggar aturan Facebook dalam menyebarkan berita, artikel, pernyataan, dan videonya.
Dengan langkah sengaja dan sembrononya itu, administrasi Facebook membuktikan bahwa Facebook merupakan perangkat jahat yang nyata memihak pada penjajahan Zionis di Palestina.
Dalam rangka peran penting kami, kami Brigade Al Qassam mengutuk keras keputusan sembrono yang diambil oleh administrasi Facebook yang menghalangi situs resmi berbahasa Inggris kami untuk terbentuk di layanan jejaring sosial Facebook dan kami mengajak semua orang merdeka yang percaya pada keadilan dan kebebasan berekspresi, terutama para jurnalis dimanapun berada, untuk mengungkapkan ketidaksenangan mereka terhadap langkah sembrono Facebook sehubungan dengan penutupan halaman resmi berbahasa Inggris milik Situs Brigade Al Qassam di layanan jejaring sosial "Facebook"!
sumber : http://www.qassam.ps/news-3872-Facebook_bans_Al_Qassam_English_homepage.html
Ketika situs-situs Zionis menyebarkan propaganga kebencian terhadap warga Palestina secara terbuka di layanan jejaring sosial mereka, administasi Facebook menutup halaman dari situs Palestina dan pro-Palestina untuk menyebarkan berita atau informasi terkait pengungkapan pelanggaran oleh penjajahan Zionis terhadap rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat.
Halaman Facebook Al Qassam lenyap setelah tiga hari halaman tersebut ditampilkan di situs resmi Al Qassam (http://www.qassam.ps/index.html), padahal, situs Al Qassam tidak melanggar aturan Facebook dalam menyebarkan berita, artikel, pernyataan, dan videonya.
Dengan langkah sengaja dan sembrononya itu, administrasi Facebook membuktikan bahwa Facebook merupakan perangkat jahat yang nyata memihak pada penjajahan Zionis di Palestina.
Dalam rangka peran penting kami, kami Brigade Al Qassam mengutuk keras keputusan sembrono yang diambil oleh administrasi Facebook yang menghalangi situs resmi berbahasa Inggris kami untuk terbentuk di layanan jejaring sosial Facebook dan kami mengajak semua orang merdeka yang percaya pada keadilan dan kebebasan berekspresi, terutama para jurnalis dimanapun berada, untuk mengungkapkan ketidaksenangan mereka terhadap langkah sembrono Facebook sehubungan dengan penutupan halaman resmi berbahasa Inggris milik Situs Brigade Al Qassam di layanan jejaring sosial "Facebook"!
sumber : http://www.qassam.ps/news-3872-Facebook_bans_Al_Qassam_English_homepage.html
13.55
Militer Israel: Kehancuran Al Aqsa Akan Terjadi Dalam Waktu Dekat
Ditampilkan oleh
Septa Anis | |
YERUSALEM TERJAJAH (Berita SuaraMedia) – Seorang pejabat militer rezim Zionis Israel, Kolonel Yoram Lev-Ran, komandan Komando Barisan Depan di distrik Yerusalem, telah memberikan peringatan bahwa kehancuran Masjid Suci Al-Aqsa akan terjadi dalam waktu dekat.
Lev-Ran menyampaikan prediksinya tersebut kepada sebuah agensi pemberitaan Israel yang menyatakan bahwa kehancuran (Masjid al-Aqsa) pasti akan terjadi, namun pertanyaannya: Kapan? Dan berapa banyak korban yang akan jatuh?
Lev-Ran menambahkan bahwa rencana darurat selalu ditawarkan ketika Ramadhan, di mana penjagaan Israel kian ditingkatkan.
Namun para pengamat meyakini bahwa "ramalan" Lev-Ran tersebut hanyalah sebuah ujian untuk memancing kemarahan warga Muslim dan Arab, menambahkan bahwa upaya penghancuran Masjid al-Aqsa akan berhasil dicegah jika umat Muslim di seluruh dunia bersatu.
Israel memang sejak lama melakukan beragam cara menumbangkan situs suci tersebut.
Rezim Zionis itu bahkan mencegah upaya perbaikan yang dilakukan di Masjid itu, seperti yang terjadi pada November lalu, ketika Polisi Israel menahan tiga penjaga Masjid Al Aqsa yang hendak melakukan perbaikan di Sekolah Islam Khatuniya di Masjid Aqsa.
Polisi juga memanggil para insinyur dari kementerian urusan agama Palestina yang merupakan anggota komite renovasi Masjid untuk diinterogasi.
Sekolah Al Khatuniya berada di belakang mihrab Masjid Al Aqsa dan ada pintu serta tangga yang menuju ke sana di balik mihrab itu. Sekolah tersebut adalah bagian dan perluasan dari Masjid Aqsa lama dan mencakup bagian-bagian lain serta sebuah perpustakaan Islam.
Sheikh Abdelazim Salhab, kepala dewan wakaf Islam, mengecam aksi Israel ini sebagai serangan terhadap Masjid Aqsa dan pelanggaran yurisdiksi dari kementerian urusan agama dan institusinya, satu-satunya pihak yang berwenang merestorasi situs-situs suci Islam di wilayah pendudukan Palestina.
Kepala unit Yerusalem mengatakan rencana dalam cakupan luas itu memimpikan pemukiman-pemukiman baru di kota tersebut dan sebuah transformasi penuh dari Kota Tua Yerusalem.
Oleh karena itu, fraksi Hamas yang memegang kendali di Jalur Gaza menyerukan kepada negara-negara Arab dan Muslim untuk menghentikan semakin meningkatnya upaya-upaya Israel untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsa.
Juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum, memperingatkan bahwa meningkatnya upaya Israel tersebut ada hubungannya dengan skema berbahaya Zionis untuk meYahudikan kota Yerusalem terjajah dan menghancurkan Masjid Al-Aqsa. Barhoum menegaskan, serangan-serangan terbaru Israel terhadap Al-Aqsa, Yerusalem dan para penduduknya dilakukan untuk mewujudkan yang pernah dideklarasikan perdana menteri Israel, untuk mewujudkan terciptanya "negara Yahudi". (al/pic/sm)
sumber : http://www.suaramedia.com/berita-dunia/timur-tengah/33809-militer-israel-kehancuran-al-aqsa-akan-terjadi-dalam-waktu-dekat.html
Lev-Ran menyampaikan prediksinya tersebut kepada sebuah agensi pemberitaan Israel yang menyatakan bahwa kehancuran (Masjid al-Aqsa) pasti akan terjadi, namun pertanyaannya: Kapan? Dan berapa banyak korban yang akan jatuh?
Lev-Ran menambahkan bahwa rencana darurat selalu ditawarkan ketika Ramadhan, di mana penjagaan Israel kian ditingkatkan.
Namun para pengamat meyakini bahwa "ramalan" Lev-Ran tersebut hanyalah sebuah ujian untuk memancing kemarahan warga Muslim dan Arab, menambahkan bahwa upaya penghancuran Masjid al-Aqsa akan berhasil dicegah jika umat Muslim di seluruh dunia bersatu.
Israel memang sejak lama melakukan beragam cara menumbangkan situs suci tersebut.
Rezim Zionis itu bahkan mencegah upaya perbaikan yang dilakukan di Masjid itu, seperti yang terjadi pada November lalu, ketika Polisi Israel menahan tiga penjaga Masjid Al Aqsa yang hendak melakukan perbaikan di Sekolah Islam Khatuniya di Masjid Aqsa.
Polisi juga memanggil para insinyur dari kementerian urusan agama Palestina yang merupakan anggota komite renovasi Masjid untuk diinterogasi.
Sekolah Al Khatuniya berada di belakang mihrab Masjid Al Aqsa dan ada pintu serta tangga yang menuju ke sana di balik mihrab itu. Sekolah tersebut adalah bagian dan perluasan dari Masjid Aqsa lama dan mencakup bagian-bagian lain serta sebuah perpustakaan Islam.
Sheikh Abdelazim Salhab, kepala dewan wakaf Islam, mengecam aksi Israel ini sebagai serangan terhadap Masjid Aqsa dan pelanggaran yurisdiksi dari kementerian urusan agama dan institusinya, satu-satunya pihak yang berwenang merestorasi situs-situs suci Islam di wilayah pendudukan Palestina.
Kepala unit Yerusalem mengatakan rencana dalam cakupan luas itu memimpikan pemukiman-pemukiman baru di kota tersebut dan sebuah transformasi penuh dari Kota Tua Yerusalem.
Oleh karena itu, fraksi Hamas yang memegang kendali di Jalur Gaza menyerukan kepada negara-negara Arab dan Muslim untuk menghentikan semakin meningkatnya upaya-upaya Israel untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsa.
Juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum, memperingatkan bahwa meningkatnya upaya Israel tersebut ada hubungannya dengan skema berbahaya Zionis untuk meYahudikan kota Yerusalem terjajah dan menghancurkan Masjid Al-Aqsa. Barhoum menegaskan, serangan-serangan terbaru Israel terhadap Al-Aqsa, Yerusalem dan para penduduknya dilakukan untuk mewujudkan yang pernah dideklarasikan perdana menteri Israel, untuk mewujudkan terciptanya "negara Yahudi". (al/pic/sm)
sumber : http://www.suaramedia.com/berita-dunia/timur-tengah/33809-militer-israel-kehancuran-al-aqsa-akan-terjadi-dalam-waktu-dekat.html
13.38
Ya Ampun, Serambi Makkah Berstatus 'Awas' HIV/AIDS
Ditampilkan oleh
Septa Anis | |
![]() |
| ilustrasi |
Direktur YDR, Rizal Syahputra menyebutkan peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS di di daerah yang telah memberlakukan syariat Islam itu diduga akibat makin terbukanya sektor informasi dan transportasi. Mayoritas penularan virus tersebut didominasi melalui hubungan seksual disusul penggunaan narkotika dan jarum suntik.
Ia mengatakan perlu partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat untuk mencegah menyebarnya virus yang dapat menurunkan daya tahan tubuh, dan mengakibatkan kematian itu. Sangat penting dilakukan upaya pencegahan sebab 1.000 orang setiap hari di seluruh dunia meninggal akibat mengidap HIV/AIDS, katanya.
Berdasarkan kajian lembaga-lembaga peduli HIV/AIDS, penyebab meningkatnya pengidap virus itu akibat maraknya penggunaan narkoba dengan jarum suntik dan penyimpangan seks. Pemerintah Aceh diminta tidak menutup mata akan banyaknya permasalahan sosial yang timbul di masyarakat, sehingga setiap proses pembangunan tidak terfokus pada proyek fisik semata.
"Permasalahan sosial yang muncul saat ini sebagai gunung es adalah fenomena pekerja seks komersial (PSK), yang jumlahnya terus meningkat, dan dikhawatirkan menjadi penyebab naiknya jumlah pengidap HIV/AIDS" katanya. Sekitar 60 persen PSK di Aceh adalah penduduk lokal. Para PSK itu beralasan `skill` yang rendah, kebutuhan ekonomi mendesak dan butuh pekerjaan cepat menghasilkan uang, dan pilihannya adalah menjadi PSK.
Sementara itu, aktivis PEMA Unsyiah, Ilhami mengatakan peringatan hari AIDS se-dunia harus dijadikan momentum untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS. Aceh yang berpenduduk sekitar 4,6 juta jiwa dan mayoritas Muslim itu telah menerapkan Syariat Islam.
Sementara itu, seorang pengamat kesehatan Universitas Abulyatama Lampoh Keude Aceh Besar, HT Anjar Asmara, menyatakan tanpa adanya penerapan Syariat Islam maka kasus HIV/AID tersebut akan lebih banyak. "Justru dengan adanya Syariat Islam maka kasus penyakit HIV/AIDS di Aceh bisa ditekan. Penerapan Syariat Islam telah mempersempit kegiatan seks bebas di Aceh, kalau tidak mungkin sama dengan daerah lain yang bebas," katanya. Oleh karena itu, ia menyarakan hukum Syariat Islam harus benar-benar ditegakkan oleh pemerintah dan elemen masyarakat lainnya.
sumber : http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nusantara/10/12/04/150640-ya-ampun-serambi-makkah-berstatus-awas-hivaids
13.30
Buku Islam Kian Berkualitas
Ditampilkan oleh
Septa Anis | |
Ketua Tim Juri IBF Award, Azyumardi Azra menilai membaiknya posisi buku Islam harus disertai dengan peningkatan kualitas buku hasil terbitan anak negeri. Azra mengatakan dua dasawarsa terakhir kesadaran masyarakat Muslim menengah ke atas untuk membaca dan mengkoleksi buku Islam meningkat.
Sayangnya, membaiknya posisi buku islam tidak didukung penuh pemerintah. Padahal, mestinya pemerintah turut serta mendorong upaya membangun peradaban bangsa melalui peningkatan minat membaca. Pasalnya dinegara lain, dukungan penuh terhadap penyelenggaraan peningkatan kualitas buku melalui pameran dan penghargaan sangat membantu.
Sementara itu, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta akan menggelar kembali hajat tahunan Islamic Book Fair yang ke-10. Acara akan digelar pada tanggal 4-13 Maret 2011. Menurut Ketua IKAPI DKI Jakarta, Afrizal Sinaro, IBF bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia sehingga berkonstribusi terhadap upaya pencerdasan bangsa.
Selama penyelenggaraan berlangsung pameran mampu menarik minat pengunjung.Bahkan terjadi peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun. Tahun 2010 lalu total partisipan sebanyak 302 peserta meningkat menjadi 368 tahun ini.
IBF kali ini mengangkat tema Khazanah Islam Untuk Peradaban Bangsa. Tema tersebut penting sebagai wujud kepedulian umat Muslim terhadap krisis multidimensi yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia. Sehingga diharapkan, ajang IBF mampu memberikan inspirasi untuk mencintai buku dan mendalami khazanah-khazanah Islam agar berpengaruh terhadap upaya perbaikan Bangsa.
Sebanyak 350 stan akan disiapkan dan sekitar 95 persen dari total tersebut sudah diisi. IBF akan diramaikan dengan berbagai rentetan acara seperti bedah buku, pentas seni Islam, dan workshop.
sumber : http://www.republika.co.id/berita/republikatv/ummat/10/12/04/150582-buku-islam-kian-berkualitas
21.13
Brazil Akui Negara Palestina, AS Mencak-Mencak
Ditampilkan oleh
Septa Anis | Sabtu, 04 Desember 2010 |
![]() |
| Muslimah Brazil |
Keputusan Brazil sangat disesalkan dan hanya akan merusak perdamaian serta keamanan di Timur Tengah," kata anggota Komite Urusan Luar Negeri Parlemen AS dari Partai Republik Ileana Ros-Lehtinen.
Ros-Lehtinen yang akan bertindak sebagai panel pada Januari, mengatakan negara yang bertanggung jawab akan menunggu sebelum melakukan langkah tersebut, setidaknya hingga Palestina memulai pembicaraan langsung dengan Israel dan mengakui keberadaan negara Yahudi tersebut.
Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva pada Jumat mengumumkan keputusan tersebut dalam surat kepada Presiden Palestina Mahmud Abbas dan merilisnya di laman internet Kementerian Luar Negeri Brazil.
Komunitas internasional mendukung tuntutan Palestina bagi sebuah negara yang mencakup sebagian besar Jalur Gaza, Tepi Barat dan Jerusalem Timur, semua wilayah tersebut diduduki Israel lewat Perang Enam Hari pada 1967.
Namun AS dan sebagian besar pemerintah Barat telah menunda pengakuan Palestina sebagai negara, dengan mengatakan bahwa mereka akan mengakui proses tersebut bila diiringi dengan proses negosiasi kesepakatan perdamaian dengan Israel.
Keputusan Brazil juga memantik emosi dari perwakilan Partai Demokrat AS Eliot Engel, yang mengatakan bahwa keputusan tersebut adalah sesat serta mencerminkan hembusan kebijakan luar negeri terakhir Lula yang sebelumnya sudah keluar jalur.
Engel mengaitkan keputusan tersebut dengan "kemesraannya" dengan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan mengingatkan bahwa Brazil tengah membangun kekuatan sebagai suara vokal di dunia, namun melelui keputusan yang salah dengan langkah itu.
Lula akan mundur dalam empat pekan dan akan menyerahkan jabatannya kepada Dilma Roussef, wanita yang merupakan mantan pemimpin kabinetnya.
"Brazil mengirimkan pesan kepada Palestina bahwa mereka tidak harus mengikuti proses perdamaian untuk mendapat pengakuan sebagai negara berdaulat," kata Engel, yang merupakan Ketua Bersama Kongress AS Kaukus Brazil.
Anggota parlemen AS tersebut juga menyatakan bahwa ia tetap mendukung Brazil sebagai negara demokrasi dinamis dan beragam yang suatu hari nanti akan mengambil tempat di sisi para negara pemimpin dunia.
sumber : http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/10/12/04/150681-brazil-akui-negara-palestina-as-mencakmencak
07.21
Menunaikan Ibadah Haji di Dunia Maya, Apa Itu?
Ditampilkan oleh
Septa Anis | |
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kapasitas yang terbatas berikut faktor lainnya tidak memungkinkan setiap Muslim untuk pergi haji. Fakta itu terendus Second Life, laman komunitas dunia maya. Laman yang dikembangkan oleh perusahan riset Linden Research segera memperkenalkan layanan baru yang diberinama Pulau Haji. Layanan ini ditujukan kepada setiap Muslim yang mungkin belum berkesempatan menuaikan ibadah haji. Disamping itu, haji virtual ini juga bisa dimanfaatkan untuk pendidikan haji sekaligus mengurangi kesalahan umum yang acap kali dibuat oleh banyak peziarah.
Hisham Jaafar, Pemimpin Redaksi Islam Online mengatakan "Pulau Haji" secara riil menggambarkan kota Mekkah dalam bentuk tiga dimensi. Secara jelas, pengunjung bakal melihat Kabah, bukit Safat dan Marawah serta mengunjungi Mina. Second life juga memasukan jam tertinggi di dunia, Makkah Clock Tower, yang menghadap Masjidil Haram. Tak hanya itu, sarana transportasi kereta api virtual yang menghubungkan Mina dan gunung Arafat siap dioperasikan pertama kalinya.
Pulau haji secara resmi diperkenalkan pada publik bulan lalu. Dalam beberapa minggu terakhir, menurut Jafar, banyak pengunjung Muslim dan pengunjung non-Muslim yang datang untuk mengikuti kuliah dan pelatihan tentang haji. Layanan itu tersedia seacra gratis berikut dengan pengantar bahasa Inggris dan Arab. Sekitar 400 orang mengunjungi "Pulau haji" per harinya.
Awatef Mohammad Fahim, ketua Tim Pengembang dari Second Life mengatakan pelatihan haji virtual memakan waktu sekitar 45 menit. Setelah log in, peserta pelatihan, dalam bentuk karakter tiga dimensi (disebut avatar), mengembara melalui dunia maya yang mencakup semua lokasi Haji dan tempat-tempat suci. Fahim mengungkap program diawali dengan avatar yang sudah mengenakan jubah ritual haji atau ihram. Setelah mengenakan ihram, avatar bebas bergerak di sekitar Masjidil Haram di Mekkah, dan melakukan ibadah sesuai dengan rukun haji.
Fahim mengatakan selama berada di pulau haji, pengguna tetap mendapatkan informasi dalam bentuk rambu-rambu, nomor, panah, peta dan gambar. Fahim juga mengatakan mereka yang mengunjungi "Pulau haji" juga dapat mempelajari doa-doa yang diperlukan selama haji. "Selama ritual setiap kali peserta pelatihan ingin mengajukan pertanyaan, ia dapat menghentikan dosen dan tanyakan pertanyaannya baik melalui teks atau dengan dosen audio," tambahnya.
Fahim menyimpulkan tujuan lain dari pulau haji adalah untuk memperkenalkan masyarakat non-Muslim terhadap Islam. Tercatat dari 25 juta orang yang terdaftar di Second Life, kebanyakan dari mereka adalah non-Muslim. "Bercampurnya Muslim dan non-Muslim di sini memungkinkan non-Muslim memiliki kesempatan untuk lebih banyak belajar tentang Islam. "Banyak perempuan dari Amerika, Inggris dan Eropa berpartisipasi dalam program pelatihan. Pekan lalu, seorang profesor universitas Jerman mengikuti pelatihan bersama dengan murid-muridnya non-muslim. Salah satu peserta pelatihan dari Republik Dominika baru-baru ini mengumumkan masuk Islam setelah mempelajari ritual ibadah haji melalui proses pelatihan. " cerita Fahim.
sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/umroh-haji/10/12/04/150643-menunaikan-ibadah-haji-di-dunia-maya-apa-itu
Hisham Jaafar, Pemimpin Redaksi Islam Online mengatakan "Pulau Haji" secara riil menggambarkan kota Mekkah dalam bentuk tiga dimensi. Secara jelas, pengunjung bakal melihat Kabah, bukit Safat dan Marawah serta mengunjungi Mina. Second life juga memasukan jam tertinggi di dunia, Makkah Clock Tower, yang menghadap Masjidil Haram. Tak hanya itu, sarana transportasi kereta api virtual yang menghubungkan Mina dan gunung Arafat siap dioperasikan pertama kalinya.
Pulau haji secara resmi diperkenalkan pada publik bulan lalu. Dalam beberapa minggu terakhir, menurut Jafar, banyak pengunjung Muslim dan pengunjung non-Muslim yang datang untuk mengikuti kuliah dan pelatihan tentang haji. Layanan itu tersedia seacra gratis berikut dengan pengantar bahasa Inggris dan Arab. Sekitar 400 orang mengunjungi "Pulau haji" per harinya.
Awatef Mohammad Fahim, ketua Tim Pengembang dari Second Life mengatakan pelatihan haji virtual memakan waktu sekitar 45 menit. Setelah log in, peserta pelatihan, dalam bentuk karakter tiga dimensi (disebut avatar), mengembara melalui dunia maya yang mencakup semua lokasi Haji dan tempat-tempat suci. Fahim mengungkap program diawali dengan avatar yang sudah mengenakan jubah ritual haji atau ihram. Setelah mengenakan ihram, avatar bebas bergerak di sekitar Masjidil Haram di Mekkah, dan melakukan ibadah sesuai dengan rukun haji.
Fahim mengatakan selama berada di pulau haji, pengguna tetap mendapatkan informasi dalam bentuk rambu-rambu, nomor, panah, peta dan gambar. Fahim juga mengatakan mereka yang mengunjungi "Pulau haji" juga dapat mempelajari doa-doa yang diperlukan selama haji. "Selama ritual setiap kali peserta pelatihan ingin mengajukan pertanyaan, ia dapat menghentikan dosen dan tanyakan pertanyaannya baik melalui teks atau dengan dosen audio," tambahnya.
Fahim menyimpulkan tujuan lain dari pulau haji adalah untuk memperkenalkan masyarakat non-Muslim terhadap Islam. Tercatat dari 25 juta orang yang terdaftar di Second Life, kebanyakan dari mereka adalah non-Muslim. "Bercampurnya Muslim dan non-Muslim di sini memungkinkan non-Muslim memiliki kesempatan untuk lebih banyak belajar tentang Islam. "Banyak perempuan dari Amerika, Inggris dan Eropa berpartisipasi dalam program pelatihan. Pekan lalu, seorang profesor universitas Jerman mengikuti pelatihan bersama dengan murid-muridnya non-muslim. Salah satu peserta pelatihan dari Republik Dominika baru-baru ini mengumumkan masuk Islam setelah mempelajari ritual ibadah haji melalui proses pelatihan. " cerita Fahim.
sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/umroh-haji/10/12/04/150643-menunaikan-ibadah-haji-di-dunia-maya-apa-itu
17.37
Menulis itu Berkah
Ditampilkan oleh
Septa Anis | Jumat, 03 Desember 2010 |
"Menulis itu berkah. Dengan menulis saya bisa menyapa ribuan manusia; tak sekadar sapa, tapi sapaan dakwah. Dengan menulis saya merekam jejak-jejak pemahaman saya; mengikat ilmu, lalu melihatnya kembali untuk—sesekali—menertawakannya."
---
Oleh: Salim A. Fillah*
Bapak dan Ibu. Saya harus menyebut beliau berdua jika kita berbincang tentang menulis. Saya yakin, jika Allah berkenan menjadikan tiap huruf yang mengalir dari jemari saya ini sebagai kebaikan, maka kebaikan itu pertama-tama akan menjadi hak mereka.
Bapak dan Ibu, dalam keterbatasan mereka, yang menyediakan untuk saya berbagai-bagai bacaan semenjak saya kecil. Saya terkenang saat saya kelas 5 SD. Ketika itu, Ibu membawa saya ke sebuah toko buku di awal tahun ajaran. Maksudnya tentu untuk berbelanja buku pelajaran dan alat tulis sebagaimana lazimnya anak lain. Karena Ibu ada kepentingan lain, beliau tinggalkan saya di toko buku dengan uang yang pas untuk membeli semua keperluan tahun ajaran baru.
Saat beliau kembali, beliau hanya bisa geleng-geleng kepala. Yang saya beli adalah buku-buku yang sama sekali tidak nyambung dengan anak kelas 5. Yang ada di keranjang belanja justru buku sejarah, biografi tokoh, filsafat, dan psikologi! Seingat saya, dari lisan Ibu hanya keluar pekik, “Masyaallah!” Dan saat sampai di rumah, Bapak saya juga hanya tertawa-tawa.
Selepas SMP, yang juga berarti selepas dari pesantren, saya baru mulai berani menyusun kata-kata. Selalu saja ada yang menyatakan kalimat-kalimat saya unik, tapi itu artinya tak baku. Tak bisa diterima. Di saat seperti itu, Bapak yang adalah guru Bahasa Indonesia di sebuah SMA selalu membesarkan hati saya. “Bahasa itu kesepakatan”, saya ingat selalu nasihat ini, “Artinya jika penyampai dan penerima telah memahaminya, maka bahasa itu baik dan benar.”
Sebenarnya cita-cita saya ketika kecil klise dan muluk. “Menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama.” Di SMA saya sadar, ada peran yang harus saya ambil secara spesifik kalau ingin betul-betul berguna. Dan saya lihat—selain kesibukan berorganisasi yang membuat saya jarang menatap mentari dari rumah—salah satu yang luas jangkauan manfaatnya adalah menulis.
Selama SMA itu, saya ingat, cukup banyak tulisan yang saya hasilkan, alhamdulillah. Saya ikuti aneka lomba kepenulisan. Ada lomba karya tulis ilmiah, penulisan artikel lepas, lomba esai, lomba cerpen—termasuk LMCPI-nya Annida—sayembara novel, dan lainnya. Hampir setiap informasi lomba yang datang ke sekolah, saya coba untuk mengikutinya. Dan alhamdulillah, sampai sekarang belum pernah ada yang menang sama sekali!
Saya juga mencoba mengirimkan berbagai tulisan saya ke media. Ada artikel-artikel lepas, ada opini, ada puisi, ada cerpen. Dan alhamdulilah, hingga sekarang tak satu pun pernah dimuat sama sekali. Maka hingga saat itu, tulisan saya hanya menjangkau teman-teman sendiri; lewat buletin yang ditulis sendiri, diset dan di-layout sendiri, diperbanyak sendiri, dan diedarkan sendiri.
Mungkin semangat yang ada di sanalah, wallaahu a’lam, yang akhirnya mengantarkan tulisan-tulisan itu pada sosok Muhammad Fanni Rahman. Beliau adalah sebenar-benar kakak yang Allah pertemukan dengan saya di aktivitas dakwah remaja masjid se-Kota Yogyakarta. Saya bersyukur jika tulisan-tulisan itu menjadi salah satu pemantik kecil yang membawa beliau pada sebuah keputusan penting: mendirikan Penerbit Pro-U Media.
Buku pertama saya adalah juga buku pertama Pro-U Media. Menuliskan "Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan" adalah kenikmatan berbagi rasa; menerbitkannya di Pro-U adalah ujian untuk percaya bahwa dari sekecil apa pun, Allah akan memberkahi tiap ikhtiar dakwah. Dan alhamdulillah, saya menangis ketika launching buku ini di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta dihadiri lebih dari 2000 orang. Alhamdulillah, membersamai Pro-U membuat saya merasa menjadi bagian dari sebuah cita-cita besar: tidak hanya menerbitkan buku; melainkan juga menerbitkan harapan akan kebangkitan Islam.
Kaya keberkahan
Dari perjalanan menulis selama ini, saya makin tahu, tak ada kendala berarti kecuali apa yang ada di dalam jiwa kita. Dulu saat masih meminjam komputer paman dan mengetikkan tulisan di rental, saya merasa sepertinya akan lebih produktif jika memiliki komputer sendiri. Begitu memiliki komputer sendiri, ternyata sama juga. Saat itu lalu berpikir, jika punya laptop dan lebih mobile, insyaallah lebih produktif. Begitu notebook dimiliki, rasanya sama juga.
Sekali lagi saya menyadari, kendala menulis letaknya bukan di fasilitas, melainkan di dalam jiwa kita. Kita berlindung kepada Allah dari jiwa yang lemah untuk menyampaikan kebenaran, dari hati yang bungkam untuk mencegah kejahatan.
Karena itu, semua hal harus disyukuri. Alhamdulillah, menulis itu rasanya berkah. Dengan menulis saya bisa menyapa ribuan manusia; tak sekadar sapa, tapi sapaan dakwah. Dengan menulis saya bisa bersilaturahim ke pelosok negeri ini; merasa begitu kaya karena banyak saudara yang kemudian menunjukkan kepedulian dengan saran, masukan, kritik, bahkan cerca, dan kecaman. Semuanya memperkaya jiwa; mereka menunjukkan kelebihan maupun kekurangan diri yang takkan saya sadari tanpa respons mereka.
Dengan menulis saya merekam jejak-jejak pemahaman saya; mengikat ilmu, lalu melihatnya kembali untuk—sesekali—menertawakannya. Dan saat saya telah bisa menertawakan kebodohan saya beberapa waktu lalu yang tecermin dari tulisan saya ketika itu, saya jadi tahu, alhamdulillah saya telah mengalami sedikit kemajuan.***
Bapak dan Ibu. Saya harus menyebut beliau berdua jika kita berbincang tentang menulis. Saya yakin, jika Allah berkenan menjadikan tiap huruf yang mengalir dari jemari saya ini sebagai kebaikan, maka kebaikan itu pertama-tama akan menjadi hak mereka.
Bapak dan Ibu, dalam keterbatasan mereka, yang menyediakan untuk saya berbagai-bagai bacaan semenjak saya kecil. Saya terkenang saat saya kelas 5 SD. Ketika itu, Ibu membawa saya ke sebuah toko buku di awal tahun ajaran. Maksudnya tentu untuk berbelanja buku pelajaran dan alat tulis sebagaimana lazimnya anak lain. Karena Ibu ada kepentingan lain, beliau tinggalkan saya di toko buku dengan uang yang pas untuk membeli semua keperluan tahun ajaran baru.
Saat beliau kembali, beliau hanya bisa geleng-geleng kepala. Yang saya beli adalah buku-buku yang sama sekali tidak nyambung dengan anak kelas 5. Yang ada di keranjang belanja justru buku sejarah, biografi tokoh, filsafat, dan psikologi! Seingat saya, dari lisan Ibu hanya keluar pekik, “Masyaallah!” Dan saat sampai di rumah, Bapak saya juga hanya tertawa-tawa.
Selepas SMP, yang juga berarti selepas dari pesantren, saya baru mulai berani menyusun kata-kata. Selalu saja ada yang menyatakan kalimat-kalimat saya unik, tapi itu artinya tak baku. Tak bisa diterima. Di saat seperti itu, Bapak yang adalah guru Bahasa Indonesia di sebuah SMA selalu membesarkan hati saya. “Bahasa itu kesepakatan”, saya ingat selalu nasihat ini, “Artinya jika penyampai dan penerima telah memahaminya, maka bahasa itu baik dan benar.”
Sebenarnya cita-cita saya ketika kecil klise dan muluk. “Menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama.” Di SMA saya sadar, ada peran yang harus saya ambil secara spesifik kalau ingin betul-betul berguna. Dan saya lihat—selain kesibukan berorganisasi yang membuat saya jarang menatap mentari dari rumah—salah satu yang luas jangkauan manfaatnya adalah menulis.
Selama SMA itu, saya ingat, cukup banyak tulisan yang saya hasilkan, alhamdulillah. Saya ikuti aneka lomba kepenulisan. Ada lomba karya tulis ilmiah, penulisan artikel lepas, lomba esai, lomba cerpen—termasuk LMCPI-nya Annida—sayembara novel, dan lainnya. Hampir setiap informasi lomba yang datang ke sekolah, saya coba untuk mengikutinya. Dan alhamdulillah, sampai sekarang belum pernah ada yang menang sama sekali!
Saya juga mencoba mengirimkan berbagai tulisan saya ke media. Ada artikel-artikel lepas, ada opini, ada puisi, ada cerpen. Dan alhamdulilah, hingga sekarang tak satu pun pernah dimuat sama sekali. Maka hingga saat itu, tulisan saya hanya menjangkau teman-teman sendiri; lewat buletin yang ditulis sendiri, diset dan di-layout sendiri, diperbanyak sendiri, dan diedarkan sendiri.
Mungkin semangat yang ada di sanalah, wallaahu a’lam, yang akhirnya mengantarkan tulisan-tulisan itu pada sosok Muhammad Fanni Rahman. Beliau adalah sebenar-benar kakak yang Allah pertemukan dengan saya di aktivitas dakwah remaja masjid se-Kota Yogyakarta. Saya bersyukur jika tulisan-tulisan itu menjadi salah satu pemantik kecil yang membawa beliau pada sebuah keputusan penting: mendirikan Penerbit Pro-U Media.
Buku pertama saya adalah juga buku pertama Pro-U Media. Menuliskan "Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan" adalah kenikmatan berbagi rasa; menerbitkannya di Pro-U adalah ujian untuk percaya bahwa dari sekecil apa pun, Allah akan memberkahi tiap ikhtiar dakwah. Dan alhamdulillah, saya menangis ketika launching buku ini di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta dihadiri lebih dari 2000 orang. Alhamdulillah, membersamai Pro-U membuat saya merasa menjadi bagian dari sebuah cita-cita besar: tidak hanya menerbitkan buku; melainkan juga menerbitkan harapan akan kebangkitan Islam.
Kaya keberkahan
Dari perjalanan menulis selama ini, saya makin tahu, tak ada kendala berarti kecuali apa yang ada di dalam jiwa kita. Dulu saat masih meminjam komputer paman dan mengetikkan tulisan di rental, saya merasa sepertinya akan lebih produktif jika memiliki komputer sendiri. Begitu memiliki komputer sendiri, ternyata sama juga. Saat itu lalu berpikir, jika punya laptop dan lebih mobile, insyaallah lebih produktif. Begitu notebook dimiliki, rasanya sama juga.
Sekali lagi saya menyadari, kendala menulis letaknya bukan di fasilitas, melainkan di dalam jiwa kita. Kita berlindung kepada Allah dari jiwa yang lemah untuk menyampaikan kebenaran, dari hati yang bungkam untuk mencegah kejahatan.
Karena itu, semua hal harus disyukuri. Alhamdulillah, menulis itu rasanya berkah. Dengan menulis saya bisa menyapa ribuan manusia; tak sekadar sapa, tapi sapaan dakwah. Dengan menulis saya bisa bersilaturahim ke pelosok negeri ini; merasa begitu kaya karena banyak saudara yang kemudian menunjukkan kepedulian dengan saran, masukan, kritik, bahkan cerca, dan kecaman. Semuanya memperkaya jiwa; mereka menunjukkan kelebihan maupun kekurangan diri yang takkan saya sadari tanpa respons mereka.
Dengan menulis saya merekam jejak-jejak pemahaman saya; mengikat ilmu, lalu melihatnya kembali untuk—sesekali—menertawakannya. Dan saat saya telah bisa menertawakan kebodohan saya beberapa waktu lalu yang tecermin dari tulisan saya ketika itu, saya jadi tahu, alhamdulillah saya telah mengalami sedikit kemajuan.***
*Salim A. Fillah, Sekretaris DSD (Dewan Syariah Daerah) DPD PKS Kota Jogja (2010-2015)
11.25
Saatnya Menggugat Instalasi Nuklir Zionis
Ditampilkan oleh
Septa Anis | Kamis, 02 Desember 2010 |
![]() |
| ilustrasi |
Para peserta pertemuan APA di Damaskus menekankan urgensi penyelidikan program nuklir militer rezim Zionis. Betapa tidak, hingga kini program nuklir militer Israel memicu kekhawatiran masyarakat dunia. Berbagai pertemuan regional dan internasional menilai program nuklir militer rezim Zionis sebagai ancaman serius bagi keamanan kawasan dan dunia.
Rezim Zionis yang berdiri di atas prinsip haus perang dan destruktif terus mengejar produksi senjata pemusnah massal berdaya rusak tinggi. Untuk memperkokoh eksistensi ilegalnya, rezim Zionis dengan berbagai cara memproduksi senjata nuklir dan kimia. Tujuan ilegal Israel ini terwujud dengan bantuan membabi-buta negara-negara Barat. Dengan bantuan teknologi produksi senjata nuklir sejumlah negara Barat, rezim Zionis berhasil mempersenjatai dirinya dengan senjata destruksi tinggi.
Kini, program nuklir militer rezim Zionios menghasilkan sejumlah hulu ledak nuklir di Palestina pendudukan. Berbagai sumber menyebutkan bahwa rezim Zionis telah memiliki lebih dari 200 hulu ledak nuklir.
Aksi sejumlah negara Barat mempersenjatai rezim Zionis dengan teknologi senjata berbahaya itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Traktat Non-proliferasi Nuklir (NPT). Hingga kini, rezim Zionis yang berlindung di balik dukungan negara-negara Barat senantiasa menolak bergabung dalam Traktat Non-proliferasi Nuklir, dan tetap melanjutkan aktivitas nuklir militernya.
Rezim Zionis hingga kini tidak pernah mengizinkan inspektor IAEA menyelidiki instalasi nuklirnya. IAEA pun bersama negara-negara Barat bersikap bungkam menyikapi masalah ini. Ironisnya, IAEA yang berada dalam tekanan negara-negara Barat justru menjegal berbagai negara dunia yang berusaha mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai, terutama untuk kepentingan produksi energi.
Kinerja pasif IAEA menghadapi rezim Zionis dan aksi lembaga nuklir internasional ini bersama negara-negara Barat menginjak-injak hak negara lain terkait teknologi nuklir sipil justru memicu kritik masyarakat dunia.
sumber : http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/10/12/02/150146-saatnya-menggugat-instalasi-nuklir-zionis




















