Tampilkan postingan dengan label keuangan keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keuangan keluarga. Tampilkan semua postingan
00.56

Saran untuk Bekerja di Rumah

Apa yang Anda pikirkan saat Anda memutuskan untuk bekerja di rumah? Tentu, sebagian besar dari Anda akan menjawab; keluarga. Ya, anak-anak, pasangan, dan rumah Anda adalah hal nomor satu yang ingin Anda dahulukan. Anda ingin lebih sering menghabiskan waktu bersama mereka, melihat senyum mereka, dan melihat anak-anak Anda tumbuh besar dan menjadi dewasa.

Nah, kini, pikirkan kembali: Anda memiliki 2 pilihan, yakni bekerja dari rumah atau memulai bisnis rumahan Anda sendiri.

Bekerja dari rumah berarti Anda masih memiliki atasan atau majikan, Anda bertanggungjawab penuh kepada atasan Anda. Beberapa perusahaan memang terkadang mencari karyawan yang dapat bekerja dari rumah mereka. Namun, selain hanya sedikit, bekerja dari rumah juga kurang pasti. Dan Anda butuh waktu untuk mencari pekerjaan dengan sistem yang seperti ini.

Sedangkan jika Anda memilih untuk berbisnis sendiri, ini merupakan hal yang luar biasa! Segalanya adalah milik Anda, Anda bertanggungjawab atas usaha Anda sendiri. Keuntungan seratus persen untuk Anda sendiri pula.

Buatlah sebuah keputusan, bisnis rumahan apa yang akan Anda geluti, pikirkan dana yang Anda butuhkan untuk memulainya, bagaimana cara mengelolanya, berapa banyak waktu yang Anda butuhkan untuk bisnis Anda, bagaimana pemasarannya, dsb.

Lakukan brainstorming dengan membuat daftar ide, minat, hobi, dan berbagai peluang yang ada.

Anda bisa melakukan pemasaran secara online dan offline. Buatlah sebuah website atau blog, kemudian buatlah brosur-brosur untuk disebarkan. Anda bisa juga memulai bisnis Anda dengan ikut bergabung dalam sebuah bisnis franchise atau waralaba.

Ada sedikit saran, sebaiknya, jika Anda berniat untuk memulai bisnis Anda sendiri, pikirkan hal ini jauh-jauh hari sebelum Anda keluar dari pekerjaan Anda yang sekarang. Anda dapat mengumpulkan modal, serta mengatur strategi yang jitu dalam mengelola bisnis Anda.

Atur keuangan Anda sebaik-baiknya. Meski hanya bisnis rumahan, And juga tetap harus membuat buku keuangan sendiri. Anda harus memperhitungkan laba-rugi, dan bagaimana mengelola uang Anda.

Terakhir, yang tak kalah penting adalah manajemen waktu. Jika di awal Anda memutuskan untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga Anda, maka laksanakanlah. Jangan sampai waktu Anda habis terlalu banyak untuk memikirkan bisnis Anda.

sumber : http://www.rumahbunda.com/home-businesses/tips-karir-saran-untuk-bekerja-di-rumah/
11.01

Membuat Rencana Keuangan Selama Kehamilan

Kehamilan merupakan kabar yang sangat membahagiakan, namun tak jarang berita gembira ini datang ‘tanpa rencana.’ Cukupkah anggaran untuk membiayai kehamilan hingga bersalin nanti? Bagaimanapun, Anda perlu melakukan perencanaan keuangan untuk menyambut kedatangan anggota baru dalam keluarga. 
  • Buatlah pengeluaran kas rumah tangga dalam 4 pos, yakni tabungan, cicilan utang (jika ada), premi asuransi, dan biaya hidup. Anda bisa memasukkan rancana keuangan untuk membiayai masa kehamilan dan kelahiran dalam pos biaya hidup, yang terbagi dalam dua bagian, yaitu biaya rutin dan biaya terjadi satu kali saja. Biaya rutin adalah biaya yang berulang kali terjadi selama masa kehamilan dan pasca kelahiran, seperti pemeriksaan kesehatan kandungan dan kebutuhan penunjangnya seperti suplemen, perlengkapan ibu dan bayi. Sedangkan biaya yang terjadi satu kali adalah biaya persalinan.
  • Menyesuaikan rencana persalinan dengan isi kantong. Anda dan suami harus betul-betul memahami berapa kesanggupan Anda membayar biaya persalinan. Fokuskan pada kebutuhan ibu dan bayi serta keselamatan keduanya. Tak perlu gengsi jika tak mampu menginap di kamar rawat VIP atau memaksakan diri ke dokter kandungan terkenal hanya karena ikut-ikutan.
  • Masukkan pembelian barang keperluan bayi dalam pos kebutuhan rutin. Biasanya dicicil selama masa kehamilan atau menjelang kelahiran dan setelah kelahiran. Jadi, anggarkan dari arus kas bulanan pada pos pengeluaran biaya hidup.
  • Tentukan skala prioritas kebutuhan yang utama dan kebutuhan apa yang sifatnya penunjang. Setelah itu, pilih barang dengan kualitas baik dan harga terjangkau.
  • Siapkan biaya tak terduga atau dana cadangan untuk menghadapi kondisi darurat. Anggarkan 10%-20% dari total perkiraan biaya persalinan.

sumber : http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Keuangan/membuat.rencana.keuangan.selama.kehamilan/001/004/14/1

Post Terbaru

Indeks Artikel...

Langganan via Email

Alamat email Anda: