13.28

Pasca Jatuhnya Sang Diktator, Tayangan Adzan Kembali Muncul di Channel TV Tunis 7

Untuk pertama kalinya, channel TV resmi, Tunis 7 memotong acara berita dengan penayangan kumandang Adzan. Hal seperti ini sebelumnya tidak pernah diizinkan oleh mantan Presiden Tunisia, Zainal Abidin bin Ali. Ia melarang keras cuplikan kumandang Adzan itu ditayangkan di stasiun televisi resmi. Ia juga dikenal sebagai presiden yang anti jilbab serta kerap menghalang-halangi pelaksanaan ibadah sholat di masjid.

Ben Ali sendiri pasca mundur dari kursi kepresidenan dan keluar dari negerinya, kini ia ditampung oleh Kerajaan Saudi Arabia. Semula ia dikabarkan akan 'lari' ke Argentina, kemudian berganti tujuan ke Prancis, namun Presiden Prancis, Sarkozy menolak kehadirannya. Dan terakhir, ke Saudi Arabia. Dan ia pun disambut dengan baik oleh Kerajaan Arab Saudi di sana.

Ben Ali dan keluarganya tiba di bandara Jeddah, Arab Saudi pada hari Sabtu (15/1) kemarin. Setibanya di sana, mereka dikabarkan langsung melaksanakan ibadah umrah. Sebagaimana yang dilansir oleh salah satu media di Saudi Arabia, bahwa dirinya akan diberlakukan layaknya pengungsi politik oleh pihak kerajaan dan bukan seperti presiden.

Masih menurut laporan media itu, bahwa pihak Saudi tidak akan memberikan izin kepada Ben Ali untuk melakukan aktifitas politik, dan aktifitas lainnya yang terkait urusan Tunisia. Ini menegaskan bahwa Kerajaan Saudi pada hakikatnya mendukung pilihan yang diambil oleh masyarakat Tunisia saat ini.

Seorang saksi mata mengatakan, bahwa dirinya melihat iring-iringan mobil membawa Ben Ali beserta keluarganya melintasi Jl.Andalus di kota Jeddah. Kendaraan mereka dikawal oleh mobil kepolisian yang kemudian bergerak menuju ke jalan utama ke kota Mekah. "Mungkin mereka akan melaksanakan umrah", kata saksi mata itu. (msy/itd)

sumber : http://www.islamedia.web.id/2011/01/pasca-jatuhnya-sang-diktator-tayangan.html

Post Terbaru

Indeks Artikel...

Langganan via Email

Alamat email Anda: